Berita Foto Nusantara

Drop Out dari STAN, Syabibi Pilih Jualan Kopi dan Mentor Les

Drop Out dari STAN, Syabibi Pilih Jualan Kopi dan Mentor Les

Syabibi. | Muhammad Andika/Unissula

Syabibi. | Muhammad Andika/Unissula

Wartalampung.id, Semarang – Nama Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) cukup dikenal seantero Nusantara. Konon, dari 100 pendaftar, hanya 4 orang yang bisa lulus masuk menjadi mahasiswa di STAN.

Syabibi pada 2010 berhasil memasuki STAN di jurusan Akuntansi. Sebelum mendaftar di STAN, ia adalah mahasiswa Universitas Indonesia ( UI) jurusan sosiologi.

Alasan ingin mendaftar adalah dari permintaan orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi PNS. Syabibi bertekad untuk mengikuti ujian masuk STAN dan akhirnya ia diterima.

Namun belum takdirnya menjadi PNS lewat STAN. Setelah setahun kuliah, ia mesti drop out (DO).

Ada satu mata kuliah yang nilainya E dan tak bisa diperbaiki. Ia pun cabut dari kampus itu.

Tak sukses di STAN, ia mendaftar ke D3 jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

“Saya enggak patah semangat. Saya melanjutkan kuliah di D3 Undip jurusan Elektro. Alhamdulillah di sini saya bisa lulus dengan baik,” katanya, Sabtu, 29/8/2021.

Setelah lulus, ia melanglang buana, merambah beragam pekerjaan. Dari berniaga kopi hingga jadi mentor les bagi anak didik mulai dari SD sampai pendaftaran masuk STAN.

“Walaupun enggak jadi PNS, saya menikmati. Mulai berjualan kopi, rempah rempah, madu, dan jadi mentor les. Untuk pekerjaan saya paling lama adalah menjadi mentor les,” kata dia.

Syabibi bercerita, sejak kuliah ia sudah mulai menjadi mentor. Dari mulai tingkat SD sampai masuk perguruan tinggi.

“Bahkan saya juga menerima menjadi mentor les untuk ujian seleksi masuk STAN ,” kata dia.

Syabibi kini menekuni pekerjaan dengan berniaga kopi. Hasilnya lumayan. Yang jelas ia masih meniti jalan perniagaan itu. Pekerjaan lain sebagai guru les, masih ia lakoni. Termasuk membimbing mereka yang hendak masuk STAN. [Muhammad Andika, Jurnalis LPM Bangkit Unissula Semarang]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda