Warung Makan Lestari kompleks makam Sunan Muria Kudus. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kudus – Warung Makan Lestari itu berkelir hijau. Warnanya teduh. Enak dipandang mata.
Meski kini pandemi dan sepi pengunjung, si empunya usaha masih semangat. Si pemilik hakulyakin ada saja rezeki jika masih semangat berusaha. Termasuk berharap rezeki Allah dan ngalap berkah di sekitaran makam Sunan Muria Kudus.
Warung ini terletak di sebelah kiri pintu keluar makam. Pemilik warung ini, Nur Hakiman, adalah warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Warung ini menyediakan berbagai makanan ringan maupun makanan siap saji. Sebelum pandemi melanda, warung ini tak pernah sepi pengunjung.
Usaha ini sudah dirintis sejak 1975. Warung ini adalah usaha turun-temurun dari nenek Nur Hakiman.
Namun, akibat adanya pandemi, warung ini terkadang tidak beroperasi, terutama akhir-akhir ini sejak adanya PPKM.
Warung mesti ditutup sampai 20 hari. Adanya pemberlakuan aturan tersebut menjadikan pendapatan warung ini menurun drastis hampir 20-50 persen.
Tetapi, keadaan ini tidak menyurutkan semangat Nur Hakiman. Ia tetap berusaha berjualan di warung.
Tidak sendiri, ia dibantu 3 karyawan.Nur Hakiman tetap cekatan dalam melayani pembeli.
Kakek berusia 76 tahun ini masih sangat bugar dan tak kalah semangatnya dengan anak muda.
Selain usaha warung, ia juga petani. Ia mengharapkan pendapatan dari hasil panen karena dirasa pendapatan di warung menurun.
Nur Hakiman adalah salah satu contoh sosok yang tegar. Ia mau bekerja keras dan bertanggung jawab mencari solusi kala kesulitan masa pandemi.
Ia tak pernah lelah untuk bekerja meski fisiknya tidak sekuat kala muda.
“Kalau saya rasa-rasa, orang mengharap yang banyak tapi jangan ngeluh diberi sedikit. Semua itu Allah Swt yang mengatur. Diberi sedikit ya diterima,” tutur Nur Hakiman, Sabtu, 28/8/2021.
Ia berharap warungnya bisa ramai lagi oleh pembeli. Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. [Dewi Ayu Fatmawati, Jurnalis LPM Bangkit Unissula Semarang]
