Yulia, wali murid SMAIT Permata Bunda Sukarame. | Dini Aulia

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Yulia, wali murid Abdul Karim Aljafar, siswa kelas 12 SMAIT Permata Bunda, Sukarame, mengatakan, ia mempunyai empat anak yang terdiri dari tiga lelaki dan satu perempuan.
Kata Yulia, mempunyai anak laki-laki dan perempuan itu berbeda cara mendidiknya. Menurutnya, perempuan cenderung mendengarkan nasihat dengan duduk diam, sementara lelaki saat dinasihati pasti sembari menyibukkan dirinya dengan melakukan suatu kegiatan.
Yulia juga mengakui tantangan dalam mendidik anak-anak generasi Z.
“Anak zaman dulu, sekali dikasih nasihat, langsung nurut karena takut. Kalau anak sekarang, larinya ke gadget,” kata dia usai mengikuti seminar parenting kemarin di sekolah setempat yang diisi Hengki Yuliansyah.
Ia menuturkan, di balik susahnya mendidik anak, semuanya bergantung pada bagaimana orang tua menyikapi seluruh sifat, keinginan, dan emosionalitas anak-anaknya.
Ia menekankan pentingnya pemilihan sekolah agar pendidikan di rumah tidak sia-sia.
“Pergaulan anak-anak juga akan sangat memengaruhi cara mereka bersikap,” ujarnya.
Sekolah dengan lingkungan yang baik, ujarnya, merupakan sistem dukungan tersendiri bagi orang tua dalam mendidik anak.
Yulia juga menyampaikan, ia merasa terbantu dengan seminar ini. Ia bisa mendapatkan tips menjadi orang tua yang baik dan memahami apa yang diinginkan anak-anaknya. [Dini Aulia]

Tinggalkan Komentar Anda