Pelatihan dan uji sertifikasi pelaksanaan pekerjaan gedung level 3 dan 4. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia mengadakan kegiatan pelatihan dan uji sertifikasi pelaksana pekerjaan gedung level 3 dan 4 berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang dan Asosiasi ATAKI, 4-6 Juli 2023.
Kegiatan ini terdiri atas kegiatan pelatihan oleh instruktur yang berasal dari Universitas teknokrat Indonesia yang sudah memiliki sertifikat keahlian instruktur oleh BNSP sebanyak 4 dosen pada 4 Juli 2023 dan prosess assesment oleh asesor yang berasal dari LSP ATAKI pada 5 dan 6 Juli 2023.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FTIK Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Si. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom dan Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang Danny Suriansyah, S.T., M.T. Pada kegiatan pelatihan, sebanyak 75 mahasiswa/i yang berasal dari Prodi Teknik Sipil dan Teknik Elektro mendapatkan beberapa materi.
Materi-materi itu antara lain:
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan dan Komunikasi Proyek oleh Instruktur Novia Utami, S.T., M.M., M.T.
Melaksanakan Pekerjaan Persiapan oleh Instruktur Galuh Pramita, S.T., M.T.
Melaksanakan Pekerjaan Fondasi oleh Instruktur Ir. Dian Pratiwi, S.T., M.Eng., IPP.
Melaksanakan Pekerjaan Struktur oleh Instruktur Fera Lestari, S.T., M.T.
Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan dan Komunikasi Proyek membahas tentang:
Menyiapkan perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan
Menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja
Membuat laporan penerapan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlengkapan APD (alat pelindung diri) dan APK (alat pengaman kerja) yang harus disiapkan sebelum memulai sebuah proyek, mengidentifikasi potensi bahaya dan cara mengatasi ketika terjadi bahaya kecelakaan kerja di lingkungan proyek.
Selain itu, pentingnya komunikasi antara pihak pemilik proyek, tenaga ahli dan pekerja lapangan sangat dibutuhkan untuk saling berkoordinasi agar proyek dapat terlaksana dengan tertib dan disiplin.
Tahapan dalam komunikasi kerja antara lain:
Menginterpretasikan informasi dan instruksi kerja yang diterima terkait dengan pelaksanaan pekerjaan
Mengomunikasikan instruksi kerja kepada bawahan
Melaksanakan koordinasi dengan unit-unit terkait
Melaksanakan koordinasi dengan pihak luar
Materi Melaksanakan Pekerjaan Persiapan membahas tentang pekerjaan persiapan konstruksi adalah serangkaian tindakan dan kegiatan yang dilakukan sebelum dimulainya konstruksi fisik suatu proyek.
Perencanaan site plan
Perhitungan kebutuhan sumber daya
Pembuatan shop drawing
Pengadaan material untuk pekerjaan persiapan
Mobilisasi peralatan
Pelaksanaan di lapangan
Materi Melaksanakan Pekerjaan Fondasi membahas tentang konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai penopang bangunandan meneruskan beban bangunan di atasnya (upper structure) ke lapisan tanah yang cukup kuat daya dukungnya.
Jenis-jenis fondasi yaitu:
Fondasi dangkal, yaitu mendukung beban secara langsung yang biasanya mempunyai kedalaman sekitar 0,8-1 meter. Fondasi dangkal umumnya digunakan untuk membangun rumah 1 lantai atau bangunan gedung bertingkat rendah.
Fondasi dalam, yaitu fondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah dasar atau tanah keras yang terletak jauh dari permukaan. Jika kedalaman fondasi dari muka tanah adalah lebih dari lima kali lebar fondasi (D > 5B), maka disebut fondasi dalam.
Fondasi dalam biasa digunakan untuk bangunan bertingkat banyak atau bangunan bertingkat tinggi.
Materi Melaksanakan Pekerjaan Struktur merupakan bagian bangunan yang menyalurkan beban-beban. Beban-beban tersebut menumpu pada elemen- elemen untuk selanjutnya disalurkan ke bagian bawah tanah bangunan sehingga beban-beban tersebut akhirnya dapat ditahan.
Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan yang untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah. Fungsi struktur dapat disimpulkan untuk memberikan kekuatan dan kekuatan yang diperlukan untuk mencegah sebuah bangunan mengalami keruntuhan.
Jenis struktur terdiri dari:
Struktur Beton
Sistem struktur dengan konstruksi beton sampai saat ini masih menjadi pilihan utama dalam pengerjaan bangunan. Selain karena kemudahan pengerjaan dan kuat tekan yang tinggi, beberapa pertimbangan lain di antaranya adalah kemudahan untuk mendapatkan material penyusun serta kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya.
Struktur Baja
Hampir semua sistem konstruksi baja berat terbuat dari elemen- elemen linear yang membentang satu arah. Banyaknya ukuran penampang ini memungkinkan fleksibilitas dalam desain elemen balok-dan-kolom.
Meskipun hubungan sederhana (sendi) umumnya digunakan pada sistem ini, kita dapat dengan mudah membuat titik hubung yang mampu memikul momen. Struktur rangka yang titik-titik hubungnya mampu memikul momen, mempunyai tahanan terhadap beban lateral cukup besar
Struktur Kayu
Konstruksi kayu adalah penggunaan kayu sebagai bahan utama dalam membangun struktur bangunan. Kayu telah lama digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifat-sifatnya yang unggul, seperti kekuatan, keberlanjutan, dan kemudahan dalam pemrosesan, namun, konstruksi kayu sudah jarang ditemukan seiring mengurangnya sumber daya kayu.
Jenis Pekerjaan Struktur Beton antara lain:
Pekerjaan bekisting
Pembesian
Pengadukan beton
Pengangkutan
Melaksanakan pengecoran beton
Pembongkaran bekisting
Perawatan beton sehabis di cor
Pada kegiatan assesment, sebanyak 75 mahasiswa/i dinyatakan kompeten dan berhak mendapatkan sertifikat kompetensi keahlian pelaksana pekerjaan gedung level 3 dan 4 oleh BNSP.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik pelatihan dan uji sertifikasi ini. Ia berharap mahasiswa yang sudah dinyatakan kompeten bisa menjaga keterampilan itu. Dengan demikian, usai lulus, mereka bisa bekerja dengan kompetensi memadai. []
