Peluncuram Campus Garden Universitas Lampung.| Sugiono Wartalampung.id

Wartalampung.id
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sesuai dengan komitmen Universitas Lampung (Unila) sebagai kampus hijau, kampanye secara nyata dan konsisten dalam upaya pelestarian lingkungan serta konservasi biodiversitas terus dilakukan.
Sebagai upaya berkesinambungan dan terencana, Unila akan menyelenggarakan Webinar Nasional “Campus Garden Berbasis Konservasi Anggrek Alam dan Pengembangan Anggrek Hibrida untuk Mewujudkan Kampus Berkelanjutan”.
Webinar ini dilaksanakan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan yaitu akademisi, praktisi, pengusaha, dan instansi konservasi yaitu Kebun Raya dan LIPI.
Webinar Nasional ini ditujukan sebagai media diskusi dan berbagi pengalaman tentang upaya konservasi, teknik budidaya serta peluang bisnis anggrek hibrida.
Selain itu, seminar juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan budi daya anggrek, serta mengenalkan perawatan berbagai anggrek hibrida dan spesies.
Bukti upaya konservasi tanaman anggrek di Unila telah dilakukan melalui gerakan awal program penanaman anggrek spesies dan hibrida pada pohon-pohon rindang dan tinggi di sekitar Gedung Rektorat Unila pada 11 Juni 2021.
Diaykini, anggrek dan tanaman hias lainnya akan memberikan keindahan yang mempesona bagi siapa saja yang melewatinya.
Lingkup dan tujuan kegiatan adalah mensosialisasikan pelestarian berbagai anggrek spesies dan hibrida, meningkatkan pemahaman masyarakat akan budi daya anggrek, mengampanyekan gerakan konservasi anggrek di kampus, meningkatkan peringkat Greenmetrics Unila, dan implementasi SDG2 13 dan 15.
Dwi Hapsoro, ketua pelaksana Webinar Nasional, menyatakan, pada seminar akan diundang empat orang narasumber yang mempunyai fokus riset di bidang konservasi anggrek, budidaya serta aspek bisnis anggrek hibrida.
Empat narasumber tersebut adalah Yusnita dari Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Unila sebagai pakar budi daya berbagai tanaman hias dan anggrek akan memberikan materi tentang aplikasi azat pengatur tumbuh pada budi daya anggrek hibrida.
Kemudian Endang Semiarti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang menyampaikan materi tentang “Campus Garden untuk Mendukung Konservasi Anggrek Alam”.
Lalu Dedek Setia Santoso, pemulia anggrek hibrida dan pemilik Nursery DD Orchid, Malang. Ia akan menyampaikan materi tentang pengembangan dan bisnis anggrek hibrida.
Dwi Murti Puspitaningtyas dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Bogor, Lipi. Ia akan menyampaikan materi tentang “Konservasi Anggrek Alam Indonesia: Prospek dan Tantangannya”.
Bersamaan dengan pelaksanaan seminar yang akan diselenggarakan pada 4 September 2021 tersebut juga akan diluncurkan silangan anggrek hibrida baru yang telah resmi didaftarkan di The Royal Horticultural Society (RHS) Inggris dengan nama “Dendrobium Unila Campus Garden”.
Dendrobium Unila Campus Garden (UCG) ini merupakan silangan antara anggrek Dendrobium Dyah Catarina dengan Dendrobium violaceoflavens. Dendrobium UCG selanjutnya akan dlkembangkan oleh peneliti Unila Yusnita dan Dwi Hapsoro untuk ditanam d isekitar area kampus Universitas Lampung.
Rektor Uiversitas Lampung Karomani menyambut baik dan mendukung acara seminar dan acara peluncuran anggrek tersebut yang akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan dies natalis ke-56 Universitas Lampung.
Ia mengatakan, segala upaya dan program yang berkaitan dengan upaya konservasi anggrek merupakan wujud tanggung jawab Unila melakukan kampanye dalam menjaga kelestarian biodiversitas di Indonesia.
Dan tentu saja hal. ini sejalan dengan misi dari Unila untuk mewujudkan upaya sebagai Green Campus.
Adanya penanaman anggrek ditaman-taman yang terdapat di kampus akan menjadikan kampus menjadikan suasana kampus menjadi lebih indah dan asri. Dengan berhasil didaftarkannya ID anggrek Dendrobium UCG tersebut, akan menjadi semangat bagi para peneliti anggrek di Universitas lampung untuk mengembangkan anggrek jenis Dendrobium ini yang dikenal dapat beradaptasi dengan baik di daerah dataran rendah seperti di Provinsi Lampung dan sekitarnya.
Selain itu, adanya pengembangan anggrek ini dapat menjadi alternatif usaha bagi masyarakat sekitar mengingat keuntungannya cukup menjanjikan sementara harganya relatif stabil di pasaran.
Namun demikian, untuk sementara pencinta anggrek harus bersabar dahulu jika ingin mendapatkan anggrek Dendrobium UCG. Pasalnya, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian masih memperbanyak bibitnya. []
