Kiswoto. | Dokumentasi

Wartalampung,id, Candipuro – Keluarga besar DPD Partai Nasdem Lampung Selatan berdukacita mendalam atas wafatnya dokter Kiswoto siang tadi. Dokter legendaris dan tokoh masyarakat di Candipuro, Sidomulyo, dan wilayah lain di Lampung Selatan ini juga pernah diamanahkan sebagai dewan pembina/penasihat Partai Nasdem Lampung Selatan.
Ketua DPD Partai Nasdem Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silalahi mengucapkan belasungkawa atas wafatnya tokoh sentral di Lampung Selatan itu. Kiswoto punya pengalaman banyak di bidang kemasyarakatan dan politik.
Tahun 2005 ia sempat maju sebagai calon bupati Lampung Selatan berpasangan dengan Gufron Azis Fuadi. Kiswoto juga dikenal aktif dalam dunia politik.
Wahrul bercerita, saat ia maju sebagai caleg pada Pemilu 2019, ia juga banyak dibantu Kiswoto. Padahal kala itu Wahrul tak punya dana sepeser pun untuk masuk berkampanye dan sosialisasi di daerah Candipuro dan Sidomulyo.
“Dokter Kiswoto yang bantu saya. Sehingga saya bisa diberikan akses ke daerah ini dan memperoleh banyak suara pada pemilu legislatif tahun 2019,” ujar Ketua Komisi II DPRD Lampung itu kepada wartalampung.id malam ini via telepon.
Wahrul mengatakan, interaksi ia dengan Kiswoto terakhir sewaktu insiden pembakaran Mapolsek Candipuro oleh warga yang kecewa terhadap lambannya aksi polisi menyelesaikan begal.
Kiswoto, ujar Wahrul, mendorong banyak pihak untuk peduli dan menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin. Wahrul sendiri menurunkan tim pengacara hukum untuk menjadi penjamin dan kuasa hukum warga.
“Saya kala itu mendapat banyak masukan dari almarhum,” ujar Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lampung Selatan itu.
Mewakili Kantor Hukum WFS dan Rekan, Wahrul juga mengucapkan dukacita mendalam. Ia menganggap dokter Kiswoto sebagai orangtua sendiri.
“Semoga amal saleh almarhum semasa hidup diterima Allah Swt,” pungkasnya. [Sugiono]
