Dari kiri ke kanan, Rido Febryansyah, Deewi Fatmawati, dan Ryan Puji Cahyono. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ryan Puji Cahyono, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, menyandang predikat mahasiswa teladan I dengan memperoleh nilai IPK tertinggi dengan menempuh waktu kuliah tercepat pada wisudawan hari kedua tahun 2023, Kamis, 27/7/2023 di Gelanggang Mahasiswa Dr HM Nasrullah Yusuf kampus setempat.
Ryan kepada wartalampung.id, mengaku, dapat merampungkan kuliahnya dengan waktu 3 tahun 2 bulan. Mahasiswa Teknik Komputer ini meraih IPK nyaris sempurna yakni 3,89.
Ia menjelaskan, kesuksesannya menjadi mahasiswa teladan karena patuh kepada instruksi dosen dan menghilangkan stigma atau pemikiran jika kuliah jurusan teknik itu susah.
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini selanjutnya akan melanjutkan jenjang pendidikannya dengan mendaftarkan beasiswa magister.
Selain Riyan, Dewi Fatmawati, mahasiswa teladan II, mengaku, jika dirinya dalam proses perkuliahan selalu dibantu dan diberikan motivasi oleh pihak kampus.
“D Teknokrat, mahasiswa itu tidak pernah dipatahkan semangatnya, selalu dibantu. Misalnya ada lomba, dikasih dukungan, dikasih bimbingan, semuanya dikasih asalkan mahasiswanya mau,” ujarnya.
Saat ini dia tengah menggeluti pekerjaan dalam dunia data. Dewi menempuh kuliah di jurusan informatika. Ia memperoleh nilai IPK 3,90.
Ke depan kata dia, ingin memiliki cita cita menjadi analis data, melanjutkan karier, dan pendidikan.
“Saat ini saya sedang mengerjakan proyek-proyek paruh waktu berbasis data. Kebetulan saya di sini asisten dosen juga,” terangnya.
Senada dengan Dwi, Rido Febryansyah, mahasiswa Sistem Informasi, kini juga menjadi asisten dosen di Teknokrat.
Ia mengungkapkan rasa syukurnya dapat lulus dengan IPK 3,67. Dia juga bersyukur kepada pihak Teknokrat khususnya kepada Rektor dan pembina yayasan yang mendukung sepenuhnya baik akademik maupun nonakademik.
“Contohnya saya yang aktif di akademik dalam kegiatan dosen Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, dan nonakademik saya aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa, himpunan mahasiswa, dan paduan suara Sistem Informasi,” kata Rido.
Ia mengatakan, di kampus ia dibekali ilmu yang bermanfaat sehingga mendapatkan lulusan gelar dengan sarjana komputer dan wisudawan teladan.
Ketika proses perkuliahan, kata dia, didampingi dosen yang berkompeten untuk diterapkan di dunia perkerjaan yang akan datang.
Ia juga mengaku mendapatkan beasiswa bidik misi dari pemerintah untuk melanjutkan S1 di Teknokrat. Sementara Teknokrat, katanya, sangat mendukung mahasiswa penerima beasiswa agar terus agar aktif dan berprestasi. Selanjutnya ia ingin melanjutkan jejang pendidikan S2. [Sugiono]
