Saya dan Marindo Kurniawan dalam Mubes III IKA Smanda di Universitas Teknokrat Indonesia, Sabtu, 19 Juli 2025.
November 2023, saya diminta seorang kenalan untuk menjadi mentor menulis rilis berita. Semua peserta adalah aparatur sipil negara di Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemprov Lampung.
Kelima peserta itu adalah Elfride Purba, Selviani, Anggun, Winarto, dan Waluyo.
Lima hari rencananya mereka bersama saya. Tugas saya membentuk mereka menjadi penulis rilis yang andal.
Persoalannya adalah waktu interaksi saya dengan mereka selama lima hari di sebuah ruang di Hotel Marcopolo itu tentu akan membosankan. Meskipun saya sudah mengerahkan semua kemampuan dan mengatur ritme pelatihan, tetap saja pasti ada kebosanan.
Pada hari ketiga saya punya ide untuk mengundang seseorang untuk menjadi pembicara tamu. Materinya tentu bukan perihal seputar tulis-menulis lagi. Saya ingin mengundang seseorang yang masih ada kaitan dengan sisi amtenar alias pegawai negeri sipil.
Bayangan saya, orang ini mesti pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Lampung. Setidaknya para peserta mendapat manfaat perspektif baru di luar keredaksian rilis berita.
Sayangnya, saya tak punya banyak kenalan baik di lingkup pemerintahan. Maklum, waktu dulu merintis kerja di Harian Umum Lampung Post saya tidak memulainya dari reporter. Saya memulainya dari titik yang lebih bawah: korektor bahasa.
Walhasil, karena kerjaan di dalam ruangan saja, akses kepada narasumber sama sekali tidak ada. Ada sih ada tapi terbatas.
Saya hanya punya satu nama yang mungkin berkenan menjadi pembicara tamu. Meski hanya satu jam, jadilah. Saya akhirnya memberanikan mengirim pesan lewat WhatsApp kepada orang ini. Namanya Marindo Kurniawan.
Akhir tahun 2023 itu Marindo masih Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung. Saya dan Marindo sama-sama alumnus SMAN 2 Bandar Lampung. Saya lulus 1997, Marindo tahun 1998, berbarengan dengan Rahmat Mirzani Djausal yang kini menjadi gubernur Lampung..
Waktu SMA tak banyak interaksi dengan Marindo. Namun, yang saya senang, Marindo yang kini Sekdaprov Lampung ini rendah hati.
Waktu wartalampung.id berusia dua tahun dan ada acara kecil, Marindo berkenan membantu. Kesan baik itu terekam sampai sekarang.
Saya kemudian mengirim pesan kepadanya, apakah bisa meluangkan waktu satu jam saja untuk menjadi narasumber tamu. Tujuannya, peserta mendapatkan perspektif baru dalam pelatihan sekaligus penyegaran tidak selalu bersama saya di dalam kelas.
Saya pun memberanikan diri mengirim pesan. Tak lama dua centang biru di pesan itu. Marindo membaca. Tak sampai semenit, dia malah menelepon.
Saat dia telepon, saya ringkas lagi permohonan saya di pesan tertulis tadi. Dia lalu menjawab.
“Saya sedang tugas luar, Kak Adian. Kalau di Bandar Lampung saya mau datang. Lain waktu ya, Kak.”
Ia menelepon dengan sopan dan minta maaf. Bagi saya, fragmen itu berkesan sekali.
Ingatan saya soal Marindo tentu berlanjut sampai dengan sekarang. Wabilkhusus selama masa persiapan HUT ke-60 dan reuni akbar SMAN 2 Bandar Lampung.
Sejak didapuk masuk dalam kepanitiaan, interaksi saya dengan beliau lumayan sering. Tapi sebagaimana kelaziman saya selama ini, lebih banyak tahu diri dan tahu posisi saja.
Jika tak diminta kasih masukan, ya diam saja. Lagipula dalam kepanitiaan tugas saja sudah jelas: memublikasikan semua hal ihwal rangkaian panjang HUT dan reuni ini berupa berita di media daring.
Kesan baik itu juga makin kuat tatkala musyawarah besar Ikatan Keluarga Alumni SMAN 2 Bandar Lampung (IKA Smanda) pada 19 Juli 2025 di Universitas Teknokrat Indonesia.
Saya yang lumayan hilir mudik dalam acara itu juga sempat disapa Marindo yang sudah menjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung.
Ia bahkan beberapa kali yang duluan menyapa.
“Kak Adian, apa kabar.”
Sesi terakhir yang lumayan berkesan juga buat saya tentu saat penentuan kepengurusan IKA Smanda.
Di ruang rapatnya, beberapa pekan lalu, saya hadir. Kurang dari 10 pengurus yang hadir dipimpin langsung oleh Marindo.
Ia pulalah yang kemudian meminta saya masuk sebagai salah seorang wakil ketua. Wakil Ketua XII Bidang Humas dan Publikasi. Padahal sebelumnya saya diplot sebagai koordinator bidang.
“Kak Adian masuk ke wakil ketua saja ya, Kak. Wakil Ketua XII Bidang Humas dan Publikasi. Nanti yang koordinator bidang diisi yang lain saja.”
Soal wakil ketua nomor 12 ini pernah saya tulis di laman Facebook dan kolom “Kacamata Adian” di wartalampung.id.
Saya ingin menutup esai ringan ini dengan beberapa narasi.
Adik kelas itu bernama Marindo Kurniawan. Usianya barangkali hanya terpaut satu tahunan. Kami sama-sama alumnus SMA favorit nan idaman. Hanya beda pilihan ekskul tak sampai kami marahan.
Kini ia memimpin seluruh amtenar di pemerintahan. Membantu kompatriotnya Rahmat Mirzani Djausal ce-es sezaman. Padat hari dengan beragam rapat dan pertemuan. Tapi masih meluangkan waktu merawat persahabatan. [ADIAN SAPUTRA]

Tinggalkan Komentar Anda