Kegiatan pengajian di kampus Universitas Teknokrat Indonesia. | Dokumentasi

Wartalampung.id – Pada 10 hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan beriktikaf. Apalagi pada malam-malam di 10 hari terakhir bulan puasa itu ada Lailtul Qadar. Di mana amal ibadah yang dilakukan pada malam itu diakumulasikan seribu bulan atau kurang lebih 83 tahun.
Iktikaf merupakan kegiatan berdiam diri di masjid. Tak hanya pada 10 malam terakhir Ramadan, iktikaf sebenarnya dapat dilakukan kapan saja.
“Iktikaf itu berdiam diri di dalam masjid, tidak dalam keadaan tidur,” ujar cendekiawan Islam, Syafiq Hasyim, dikutip dari CNNIndonesia.com.
Tata cara iktikaf bisa dimulai dengan niat dan langsung berdiam diri di masjid.
Saat berdiam di dalam masjid, umat Islam bisa melakukan banyak amalan, mulai dari merenung, berzikir, membaca Alquran, hingga bertobat.
“Dapat dilakukan dengan merefleksikan diri di hadapan Allah, mengenai kelemahan atau kebaikan manusia dan juga keagungan Allah. Intinya, banyak mengingat Allah,” tutur Syafiq.
Di tengah pandemi Covid-19, umat Islam juga bisa melakukan ibadah pengganti iktikaf saat berada di rumah.
Ustaz Mahfud Said mengatakan, ada yang memperbolehkan iktikaf di rumah dengan tempat khusus.
Berikut panduan ibadah pengganti iktikaf di rumah.
- Dilakukan di tempat khusus
Ustaz Mahfud menyebut, iktikaf di rumah bisa dilakukan dengan membuat tempat khusus untuk beribadah di rumah. Tempat tersebut harus merupakan area yang bersih atau sesuai dengan qiyas (ketetapan salat).
- Dilanjutkan dengan ibadah
Ibadah yang dapat dilakukan adalah muhasabah atau mengevaluasi diri, bertobat, berzikir, hingga membaca Alquran.
Iktikaf juga dapat diisi dengan melakukan berbagai salat sunah, seperti salat tobat, salat tahajud, dan salat hajat.
Allah menjanjikan banyak keutamaan bagi orang yang melakukan iktikaf seperti dijauhkan dari neraka jahanam, terjaga dari maksiat, hingga ampunan dari Allah SWT. Khusus di bulan Ramadan, orang yang menjalani iktikaf juga berpeluang mendapatkan malam Lailatul Qadar. []
