Pringsewu

STIT Pringsewu Gelar Sosialisasi PPKPT, Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Berkeadilan

STIT Pringsewu Gelar Sosialisasi PPKPT, Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Berkeadilan

Wartalampung.id, Pringsewu – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan Mengenal Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak bagi Tim Satgas PPKPT, Dosen, dan Mahasiswa di Aula STIT Pringsewu.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mengimplementasikan semangat Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), sekaligus memperkuat budaya akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan.

Acara dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari STIT Pringsewu, Institut Bakti Nusantara, dan STEBI Tanggamus. Turut hadir Sekretaris Umum Kopertais Wilayah XV, Bapak Wahyu, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan tata kelola perguruan tinggi yang bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Rektor Institut Bakti Nusantara sekaligus Pembina Yayasan Startech yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tugas Satgas PPKPT, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Almira Nabila Fauzi, B.Bus., Com. DPD-RI Lampung yang mengajak seluruh peserta untuk membangun budaya saling menghormati, berani melaporkan setiap bentuk kekerasan, serta bersama-sama menciptakan kampus yang inklusif, bebas diskriminasi, dan berpihak kepada korban.

Materi sosialisasi disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Sely Fitriani, S.H. dan Peni Wahyudi, S.H. dari Lamban Puan, Keduanya mengupas secara komprehensif berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, mekanisme pencegahan dan penanganannya, hak-hak korban, serta peran aktif dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam membangun sistem perlindungan yang efektif.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan seputar implementasi Satgas PPKPT, mekanisme pelaporan, perlindungan korban, hingga strategi membangun budaya kampus yang benar-benar aman dari relasi kuasa maupun tindakan kekerasan.

Melalui kegiatan ini, STIT Pringsewu berharap seluruh sivitas akademika semakin memahami pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada penghormatan terhadap hak asasi setiap warga kampus.

Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam memperkuat implementasi kebijakan PPKPT di lingkungan perguruan tinggi. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda