Lampung Tengah

Sri Ariyani Wulandari: Tak Masuk Kampus Impian Bukan Berarti Pupus Semua Harapan

Sri Ariyani Wulandari: Tak Masuk Kampus Impian Bukan Berarti Pupus Semua Harapan

Sri Ariyani Wulandari. | Dokumentasi

Sri Ariyani Wulandari. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kalirejo – Sri Ariyani Wulandari adalah salah satu guru perempuan yang ada di SMA Negeri 1 Kalirejo, Lampung Tengah.

Wulan adalah orang asli dari Yogyakarta yang tinggal di Bandar Lampung. Sejak SD sampai SMA ia bersekolah di Bandar Lampung.

Akan tetapi, karena ia adalah orang asli Yogya dan sering ke sana, Wulan pun jadi ingin berkuliah di kota pelajar itu.

“Saya ingin mencoba hal baru dan lepas dari tempurung,” ujarnya bertamsil.

Untuk mewujudkannya, Wulan mendaftar SNMPTN setelah lulus SMA untuk masuk ke kampus idamannya, yaitu UGM. Kampus pilihan keduanya UNY.

Namun disayangkan, pilihan utamanya tidak gol. Pilihan keduanya yang akhirnya masuk, yakni Jurusan Kimia Fakultas MIPA UNY.

“Awalnya sempat sedih, tapi lambat laun mulai berdamai dengan keadaan,” tambahnya.

Di kampus, Wulan termasuk mahasiswa yang aktif dan mengikuti organisasi. Di sini juga ia mendapat pelajaran bahwa saat kuliah jangan hanya memikirkan nilai.

“Kuliah itu enggak harus mengejar cumlaude, kita juga butuh relasi. Percuma kalau udah cumlaude tapi enggak punya relasi,” katanya.

Wulan lulus setelah 4,5 tahun dan mencoba mencari kerja di salah satu PT milik Jepang tetapi salah satu syaratnya ialah melepas hijab.

Wulan tidak jadi mendaftar ke PT tersebut dan mencari pekerjaan lain.

Dan pada akhirnya diterima menjadi karyawan di perusahaan swasta di Lampung, perusahaan yang mengubah limbah menjadi tenaga listrik. Tetapi, atas rekomendasi dari orang tuanya, Wulan disarankan seorang guru.

Wulan pun mencoba pada saat pembukaan PNS dan diterima pada tahun 2008. Ia sempat ditugaskan di salah satu SMA di Punggur, Lampung Tengah.

Akan tetapi, karena kuota guru di SMA tersebut sudah penuh, Wulan mengajar di SMA Negeri 1 Kalirejo pada tahun 2009 hingga sekarang.

“Dulu saya enggak mau jadi guru, tetapi sejalan dengan waktu saya mulai mencintai profesi ini,” katanya. [Fiona Fiantika Almaghfiroh]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda