Fiona Fiantika Almaghfiroh

Wartalampung.id, Kalirejo – Fiona Fiantika Almaghfiroh adalah salah seorang siswi berrpestasi di SMAN 1 Kalirejo, Lampung Tengah.
Ia berasal dari Desa Poncowarno, kecamatan setempat.
Gadis cantik kelahiran 4 Agustus 2008 ini sarar prestasi dalam bidang bahasa Inggris. Fiona adalah sulung dari pasangan Eka Mahendra dan Titin Afianti.
Meski lahir di Kalirejo, umur tiga tahun ia ikut orangtuanya tinggal di Kabupaten Tulangbawang Barat.
Ia menempuh pendidikan TK hingga SD di sana.
Kepada tim ekskul jurnalistik sekolah, Fiona bilang, ia tidak mudah menemukan potensi dan bakat terbesarnya.
Meskipun demikian, sejak SD ia sudah menggeluti banyak perlombaan.
“Aku sejak SD sudah ikut banyak lomba. Misalnya gerak jalan, dance, senam, olimpiade, tahfiz, tapi belum ada yang bikin aku cocok sama sekali,” tuturnya.
Fiona mulai penasaran dengan bahasa Inggris sejak duduk di kelas III SD. Ia mengaku mulai menyukai bahasa Inggris dari kelas III SD.
“Sampai semua game dari ponseku ku-setting bahasa Inggris. Aku juga senang mendengar musik berbahasa Inggris,” ucapnya.
Masuk di jenjang SMP, ia kembali ke Poncowarno, ikut ayahnya bertugas. Dan di sinilah bakat berbahasa Inggrisnya mulai berkembang.
Pertama kali lomba yang ia ikuti adalah cabang speech di tingkat kabupaten.
“Sempat kaget, soalnya baru pertama ikut langsung level kabupaten,” katanya.
Benar saja, Fiona belum bisa menang. Meski kalah, ia terus berkembang. Walaupun belum juara, ia merasa cocok dan mulai sadar, piawai berbahasa Inggris adalah bakatnya.
Kemenangan pertamanya datang pada ajang Exovent SMAN 1 Gadingrejo, Pringsewu. Ia berhasil menyabet juara III cabang storytelling.
Lalu disusul harapan II cabang speech dalam Dies Natalis SMKN 1 Gadingrejo, Pringsewu.
Pengalaman paling anyar adalah ajang Funtastic Unila 2024. Sayang, ia belum beruntung
“Sedih sih, soalnya ada yang juara tapi banyak lupanya. Enggak ada pengurangan poin. Tapi tak masalah, biar jadi pengalaman,” ujarnya.
Walau tidak memenangkan lomba tersebut, ia berhasil mendapat predikat Best Costume.
Satu motivasinya.
“Enggak semua mulus, tapi tetap senang. Karena aku bangga dengan perjuanganku sendiri.” [Fatya Najwa Irsila/Nabila Khairunnisa/Abdul Hafidz Ansyari/Nico Fremont]

Tinggalkan Komentar Anda