Abdul Hakim berdialog dengan pimpinan dan pengajar Ponpes Mathlaul Anwar Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro. | Adian Saputra

Wartalampung, Candipuro – Anggota Komite IV DPD RI asal Lampung Abdul Hakim mengadakan dialog dan serap aspirasi di Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Ahad, 14 Februari 2021. Abdul Hakim diterima pimpinan pondok pesantren Ustaz Hasanudin yang didampingi beberapa guru pondok dan pengelola koperasi pondok.
Abdul Hakim mengatakan, ia sudah menjadikan keluarga semua yang ada di pondok pesantren ini. Sebab, beberapa kali Abdul Hakim pernah ke pondok pesantren ini.
Dalam dialog, pengajar pondok meminta saran kepada Abdul Hakim perihal pengelolaan ekonomi pondok dalam bentuk koperasi. Abdul Hakim mengatakan, pondok pesantren harus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi yang dibuat.
Koperasi, kata Abdul Hakim, pasti butuh proses untuk dipercaya masyarakat dan tidak terkesan simpan pinjam saja. Koperasi, kata Abdul Hakim, bisa menjadi sokoguru perekonomian di desa.
“Dimulai saja dahulu dengan potensi yang ada. Asal kontinu, nanti kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan koperasi ini akan membesar,” kata dia.
Abdul Hakim menilai, pondok pesantren ini punya peluang besar mampu menyokong ekonomi masyarakat sekitar dan santrinya. Terbukti dengan dibangunnya lokasi pertanian hidroponik di lokasi ini dan adanya gedung workshop tersendiri. Sehingga, di luar pengajaran kitab, santri bisa belajar mengembangkan ekonomi lokal.
“Tapi tetap pembelajaran utama di pondok yang utama. Para pengajar juga ada yang punya spesialisasi di bidang pertanian dan ekonomi,” kata Ustaz Hasanudin dalam dialog itu.
Salah seorang pengajar juga meminta Abdul Hakim membukakan akses untuk pondok perihal perizinan produk yang nanti akan dibuat koperasi. Sebab, izin menjadi penting karena sebagai syarat utama sebuah produk dipasarkan.
“Insya Allah kami bantu. Karena saya di Komite IV, saya akan komunikasikan juga dengan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan tugas pokok saya, misalnya dengan BI, OJK, PT PNM, dan sebagainya, termasuk dinas terkait di pemerintahan,” kata Abdul Hakim.
Di Desa Cintamulya sendiri ada lima pondok pesantren yang memiliki ratusan santri.
Desa Cintamulya juga menjadi satu dari beberapa desa yang menjadi percontohan Smart Village atau Desa Cerdas. []
