Gebyar Kemerdekaan Universitas Teknokrat Indonesia. | Dokumentasi Teknokrat

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Memaknai dan menyemarakkan HUT ke-78 kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Teknokrat Indonesia menggelar Gebyar Kemerdekaan. Acara dipusatkan di Gelanggang Mahasiswa Dr HM Nasrullah Yusuf.
Acara diikuti mahasiswa dan dosen setempat. Suasana Gelanggang Mahasiswa Dr HM Nasrullah Yusuf ramai oleh teriakan semangat para peserta. Para dosen dan mahasiswa larut dalam kegembiraan lomba.
Acara diadakan sejak 15 sampai 17 Agustus 2023. Usai upacara detik-detik proklamasi, perlombaan dilanjutkan. Suasana demikian meriah dan sarat dengan antusiasme dari peserta.
Adapun beberapa lomba yang diadakan adalah menghias tumpeng, solo song, puisi, dan peragaan busana atau fashion show.
Kemudian hari ini diadakan lomba balap karung mengenakan helm, makan kerupuk, lomba ceting nasi, joget bola kardus, esrafet gelas balon, dan Tiktok challenge.
Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA mengatakan, menyemarakkan HUT RI sudah menjadi budaya di Teknokrat. Ini dilakukan untuk membuat suasana HUT ke-78 RI kali ini makin semarak.
Gebyar juga bertujuan meningkatkan kekompakan semua sivitas akademika kampus. Rektor berharap semua dosen ambil peran dan ikut dalam perlombaan. Sebab, kata dia, yang diutamakan adalah kebersamaan, silaturahmi, dan kekompakan.
Sebelumnya, Sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia hari ini mengadakan upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Bertindak sebagai inspektur upacara Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA. Rektor membacakan teks Pancasila diikuti seluruh peserta upacara. Adapun pembacaan pembukaan UUD 1945 dilakukan Dr Ryan Randy Suryono Mkom dengan doa oleh Yusra Fernando Mkom.
Rektor dalam amanatnya menekankan pentingnya meningkatkan budi pekerti untuk generasi muda, wabilkhusus mahasiswa Teknokrat. Rektor mengatakan, generasi sekarang mesti menjadikan kepribadian yang baik dan akhlakul karimah menjadi yang utama.
Ia menekankan juga betapa Teknokrat mementingkan pendidikan karakter itu dengan mata kuliah kepribadian. Ia ingin seluruh mahasiswa Teknokrat hormat kepada orangtua, dosen, dan sesama mahasiswa.
Rektor mengingatkan bahwa menjadi pribadi sukses mesti ditunjang dengan akhlak yang mulia. Menurut Rektor, tantangan pendidikan sekarang tidak hanya perihal mencapai nilai akademik tinggi, tetapi juga membentuk karakter yang baik dan budi pekerti luhur. []
