Opini

Roti Baguette, Simbol Mitologi Prancis

Roti Baguette, Simbol Mitologi Prancis

Endang Ikhtiarti

Oleh Endang Ikhtiarti, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Pada awalnya orang mengira bahwa roti baguette adalah makanan khas orang Prancis yang resepnya dibuat secara turun sebagai warisan dari nenek moyang atau leluhur mereka. Hal ini menjadi misteri yang menarik.

Asal usul baguette Prancis tetap misterius dan menjadi bahan perdebatan sengit di kalangan sejarawan. Awalnya bermula dari zaman kuno, ketika bangsa galia (gaulois) yang sekarang disebut Prancis ini , memanggang kue gandum di atas batu panas karena pada saat itu belum ditemukan oven.

Konon, sebelum revolusi Prancis terjadi, para pembuat roti (anak buah Napoleon )menemukan jenis roti baru ini. Roti dengan bentuk panjang , tipis dan mudah dimasukkan ke dalam saku, sehingga mudah dibawa kemana-mana oleh para prajurit perang.

Namun, menurut versi lain yang didapat dari para penggemar baguette bahwa asal muasal baguette dikaitkan dengan para pembuat roti dari Austria, yang telah lebih dulu menemukan oven uap khusus daripada Prancis.

Sedangkan menurut cerita versi yang lain, pembuatan roti baguette baru dimulai di Prancis, pada abad ke-19 dengan namanya yang terkenal yaitu “Roti Prancis” atau “Viennois”. Menurut legenda, resep roti ini berasal dari pembuat roti terkenal di Wina Austria, yaitu August Zang.

Pada saat itu August Zang telah membuka toko roti baguette ini di Paris pada tahun 1830-an. Roti baguette jenis baru ini, mempunyai tekstur yang berbeda dari roti tradisional Prancis, ukuran serta beratnya pun berbeda.

Roti baguette dari Wina Austria tersebut baru diperkenalkan ke Paris pada tahun 1815. Pada saat itu Napoleon sedang diasingkan di Pulau Saint Helena, sehingga orang yang pertama kali memakan roti baguette ini adalah tentara Austria yang sedang berperang di kota Paris melawan Prancis.

Namun, apa pun asal-usulnya, satu hal yang pasti yaitu baguette telah memperoleh tempat penting di hati masyarakat Prancis. Seiring waktu, baguette telah menjadi roti pilihan, teman sejati dalam kehidupan sehari-hari bagi orang Prancis.

Roti baguette di prancis mengalami perubahan dari abad ke abad. Pada Abad ke-19 merupakan periode yang sangat bersejarah bagi baguette Prancis.

Pada masa inilah teknik persiapan dan pemanggangan roti dengan cara modern mulai diperkenalkan, sehingga melahirkan baguette yang kita kenal dan cintai saat ini. Kemunculan oven uap pertama menandai titik balik dalam sejarah pembuatan roti di Prancis.

Berkat mesin-mesin baru ini, pemanggangan roti menjadi lebih cepat dan merata, menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan kulit yang lebih renyah. Pada masa ini pulalah “ sourdough” yaitu bahan pengembang roti mulai digunakan sebagai pengganti ragi, yang secara substansial mengubah rasa dan daya tahan lamanya roti bisa disimpan dan dikonsumsi.

Menurut peraturan di Prancis pada tahun 1920 menetapkan bahwa toko roti tidak boleh mulai beroperasi sebelum pukul 4.00 pagi. Akibatnya, satu-satunya roti Prancis yang dipanggang untuk sarapan adalah roti baguette tersebut.

Hingga pada akhirnya Roti ini menjadi cepat populer di kalangan orang Prancis karena simpel dan mudah dibawa kemana mana sebagai bekal.

Pada pertengahan 1920-an inilah roti ini disahkan oleh negara, dituangkan dalam sebuah dekrit, yaitu “Dekrit Roti” dengan nama resmi roti baguette. Menurut dekrit ini, baguette haruslah “roti yang memanjang, dengan panjang tidak lebih dari 65 sentimeter.”

Dekrit ini tidak hanya menstandardisasikan bentuk dan ukuran baguette di seluruh Prancis, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan kuliner Prancis. Dengan menekankan kualitas roti, dekrit ini juga menetapkan standar yang tepat untuk memastikan bahwa setiap baguette yang disiapkan di Prancis memiliki kualitas terbaik. Standar tinggi inilah yang memungkinkan baguette mempertahankan reputasinya dalam gastronomi Prancis di dunia internasional.

Dengan munculnya era industri di awal abad ke-20, industri roti mengalami kemajuan teknologi yang pesat. Pengenalan oven yang lebih canggih, mixer mekanis, dan sistem fermentasi memungkinkan produksi baguette dalam jumlah lebih besar dalam waktu singkat, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi dan produktivitas para pembuat roti

Di abad ke-21, roti baguette Prancis lebih dari sekadar makanan pokok bagi orang Prancis. Baguette merupakan bukti warisan budaya dalam sejarah perkulineran Prancis, simbol gastronomi Prancis, dan bagian penting dari gaya hidup rakyat Prancis sehari-hari.

Dari sarapan hingga makan malam, dari bistro hingga rumah, baguette menemani setiap hidangan dan menempati tempat istimewa di meja makan orang Prancis. Berbelanja dari satu toko ke roti ke toko roti lainnya di lingkungan sekitar, merupakan ritual umum dalam kehidupan masyarakat Prancis.

Hal ini menambahkan cita rasa tersendiri pada kegiatan sederhana menyantap roti. Saat ini, pemerintah Prancis sedang berupaya untuk memasukkan baguette Prancis ke dalam daftar warisan budaya takbenda atau immaterial ke UNESCO.

Langkah berani ini menggarisbawahi pentingnya menjaga tradisi yang telah berusia berabad-abad ini tetap hidup. Baguette adalah bendera seluruh bangsa Prnacis. Sejarah Prancis terbungkus dalam kulit roti yang renyah dan keemasan tersebut. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda