Riyanto-Umi bersama tim pendukung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Setelah menunggu sangat lama, kader PKS akhirnya ada yang menjadi kepala daerah.
Dalam hitung cepat beberapa lembaga survei, Riyanto Pamungkas menang pada Pilkada Pringsewu. Kader PKS yang pengusaha kopi terkenal ini berpasangan dengan Umi Laila, istri ketua PCNU Pringsewu.
Riyanto-Umi diusung PKS dan Gerindra.
Kemenangan ini adalah hal yang disyukuri keluarga besar PKS. Sejak pilkada langsung 2005, baru kali ini PKS menempatkan kadernya.
Sebelum ini, ada banyak kader PKS, bahkan yang senior, turun ikut pilkada tapi gagal.
Abdul Hakim misalnya. Kader senior PKS yang kini anggota DPD RI, dua kali mencoba pilkada dan gagal. Pertama pada Pilkada Bandar Lampung tahun 2005 dan Pilkada Metro 2015. Dua-duanya gagal.
Antoni Imam, kader PKS di Lampung Selatan, juga tiga kali gagal, di posisi calon wakil bupati. Pertama tahun 2010, kedua tahun 2020, dan ketiga tahun 2024. Pada tiga kesempatan itu, mantan anggota DPRD Lampung itu juga belum sukses.
Ketua Umum DPW PKS Lampung sekarang, Ahmad Mufti Salim, juga dua kali belum berhasil. Ia sempat mengikuti pilkada Lampung Tengah tahun 2010 dan pilkada Metro tahun 2020. Keduanya belum berhasil.
Johan Sulaiman juga demikian. Kader senior PKS ini dua kali mencalonkan diri. Pertama di Pesawaran pada tahun 2010 dan kedua di pilkada Bandar Lampung tahun 2020. Keduanya juga urung mencapai kemenangan.
Kini, telur PKS menetas di Pringsewu.
Kepada wartalampung.id lewat sambungan telepon, Mufti Salim buka-bukaan perihal kemenangan di Pringsewu. Ia juga jujur mengakui, Riyanto semula tidak masuk dalam radar.
Orang pertama dari internal PKS yang diusung maju adalah Zunianto. Ia adalah mantan anggota DPRD Lampung 2019-2024. Saat menjajal lagi masuk DPRD Lampung, Zunianto kalah suara dengan M Syukron Mukhtar.
Zunianto yang juga Ketua DPD PKS Pringsewu awalnya akan diusung partai dalam pilkada. Semua kader juga oke.
Mufti bilang, saat menjajaki peluang itu, muncul nama baru. Seorang kader yang membumi dan punya usaha sukses. Riyanto Pamungkas, nama kader itu, pemilik kopi bermerek Klangenan. Ia juga punya usaha kuda di Pringsewu.
Nama Riyanto kemudian muncul dan perubahan terjadi di partai. Mufti mengakui, ketika nama Riyanto masuk, semua kader juga merasa oke. Zunianto yang sejak awal dipersiapkan, juga legawa. Zunianto, kata Mufti, bahkan siap menjadi ketua tim sukses.
Mufti melanjutkan, usai Riyanto dipersiapkan, PKS kemudian menjajaki peluang dengan partai lain. Gerindra menyambut. Umi Laila, ketua DPC Partai Gerindra kabupaten setempat, menyambut baik ajakan koalisi.
Mufti bilang, tim di Pringsewu juga melakukan pendekatan dan silaturahmi dengan Sujadi Saddat, mantan bupati dua periode. Sujadi adalah tokoh NU dan secara kebetulan suami Umi Laila adalah ketua PCNU setempat.
Mufti berujar, kecocokan ke partai dan entitas NU kemudian meneguhkan keyakinan kader bahwa duet Riyanto-Umi punya kans besar untuk menang meskipun pesaingnya kuat.
Kontestasi di Pringsewu juga diikuti Fauzi, mantan wakil bupati. Fauzi menggandeng Laras, putri kandung anggota DPR Mukhlis Basri yang juga Bupati Lampung Barat dua periode.
Pesaing lain datang dari sosok bekas Pj Bupati Pringsewu Adi Erlansyah.
Dalam hitung cepat Rakata pada hari H pilkada, 27 November 2024, suara Riyanto-Umi paling tinggi. Kini tinggal menunggu perhitungan KPU.
Mufti bilang, kesolidan kader dan kelegawaan banyak pihak, adalah salah satu faktor yang mendukung kemenangan Riyanto-Umi ini.
Ditambah lagi, kedekatan keduanya dengan masyarakat dan akar rumput di Nadhlatul Ulama.
Mufti mengakui juga, peran Abah Sujadi, panggilan akrab Sujadi Saddat, memang besar.
Sebagai kader PKS yang perdana bisa jadi kepala daerah, Mufti pesan kepada Riyanto agar tetap membumi dan bekerja maksimal untuk rakyat, berduet dengan Umi.
Ia ingin peran Riyanto saat menjabat ini mesti menjadi contoh untuk daerah lain. Dengan demikian, kader PKS yang akan berkontestasi pada pilkada mendatang, bisa menduplikasi apa yang dilakukan di Pringsewu.
Mufti juga mengucapkan terima kasih atas bantuan semua kader, tidak hanya di Pringsewu, atas kemenangan ini.
Dalam catatan redaksi, saat kampanye untuk Riyanto, nyaris semua kader potensial turun ke kabupaten ini. Beberapa anggota dewan dari kota/kabupaten lain, juga turun langsung ke Pringsewu, untuk memasifkan kampanye Riyanto-Umi.
”Semoga kemenangan ini menjadi keberkahan dan Riyanto-Umi bisa menjalankan amanat dengan baik,” tutup Mufti Salim. [Adian Saputra]

Tinggalkan Komentar Anda