Endang Ikhtiarti

Oleh Endang Ikhtiarti, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila
Prancis adalah negara yang memiliki kebudayaan yang beragam. Bagaimana cara untuk memahami budaya lain?
Bisa saja melalui makanannya. Pada dasarnya, makanan dan budaya hubungannya sangat mendalam. Sebab, makanan itu juga merupakan salah satu hasil dari kebudayaan.
Melalui makanan kita mengetahui budaya yang berbeda dan kejiwaan negara lain. Di era digital atau di era globalisasi dewasa ini, Prancis adalah salah satu negara destinasi tujuan wisata di Eropa yang memiliki beragam kuliner.
Hal itu sesuai dengan semboyan masyarakat Prancis yang sudah terkenal sejak abad sejak abad ke-18. Orang Prancis mempunyai semboyan bahwa bukanlah hidup jika tidak makan dengan baik, dan makanan tanpa keju adalah seperti hari tanpa roti (un repas sans fromage est comme un jour sans pain).
Mereka mempunyai empat jam makan yang berbeda dengan orang Asia. Yaitu le petit dejeuner (sarapan) antara jam tujuh sampai jam sepuluh pagi, jeuner (makan siang) antara jam dua belas sampai jam dua siang, gouter (makan kue) antara jam empat sampai jam lima sore.
Biasanya ini untuk anak-anak makan snack et dinner (makan malam) antara jam tujuh sampai jam sembilan malam.
Salah satu yang menarik wisatawan asing untuk berwisata ke Prancis adalah kulinernya. Sumber gastronomi di Eropa pada abad 21 yang terkenal salah satunya adalah kuliner dari Prancis.
Misalnya yang terkenal adalah crepes, croissant, baguette, cassoulet, ratatouille, fromage (keju), dan tak kalah minumannya adalah berbagai anggur.
Kuliner Prancis yang cukup terkenal, misalnya, ratatouille adalah hidangan tradisional Prancis yang terbuat dari sayuran segar yang dimasak dengan lembut. Makanan ini berasal dari daerah Nice dan telah ada sejak abad ke-18.
Ratatouille biasanya terdiri dari bahan-bahan seperti terung, tomat, zucchini, bawang bombay, bawang putih, paprika, dan rempah-rempah. Hidangan lain adalah kue crepes yaitu jajanan khas Prancis yang berbentuk seperti kue dadar tipis dan renyah.
Crepes terbuat dari adonan tepung, telur, susu, mentega, dan garam yang digoreng di atas wajan datar. Crepes bisa disajikan dengan berbagai isian, seperti buah, cokelat, vanila, atau es krim.
Kue terkenal dari Prancis adalah croissant yang merupakan roti berbentuk bulan sabit yang memiliki tekstur renyah dan berlapis-lapis. Croissant menjadi salah satu pastry paling populer di dunia.
Tak kalah terkenalnya yaitu baguette merupakan sepotong roti panjang dan tipis yang terbuat dari tepung terigu. Menurut hukum Prancis, baguette harus dibuat hanya dengan empat bahan yaitu tepung terigu, air, ragi, dan garam.
Baguette juga sering disebut sebagai french stick karena bentuknya yang memanjang.
Selain itu, juga ada cassoulet yaitu makanan khas Prancis yang terbuat dari kacang putih dan daging yang dimasak hingga lembut dan mengental, mirip kaserol.
Makanan ini berasal dari Prancis Selatan, tepatnya di wilayah Languedoc-Roussillon, dan populer di Toulouse, Carcassonne, dan Castelnaudary.
Makanan Prancis juga banyak membutuhkan keju (fromage). Fromage sendiri merupakan soft cheese bertekstur kreami yang terbuat dari whole atau skimmed milk dan krim.
Komposisi fromage mirip dengan krim keju, namun kandungan lemaknya jauh lebih rendah. Di Prancis sendiri ada sekitar 350 jenis keju.
Keju selalu dimakan untuk menemani minum anggur. Yang tak kalah penting dan terkenal juga di Prancis adalah minumannya yang terkenal seantero dunia yaitu anggur (wine). Minuman anggur di Prancis digunakan untuk jamuan makan yang terkenal sebagai digestif dan aperitif.
Digestif adalah minuman berserat tinggi cenderung manis, lebih kuat kadar alkoholnya, dan/atau lebih pahit, untuk memperbaiki dan meningkatkan fungsi pencernaan dan mengatasi masalah sembelit yang disajikan setelah makan.
Contohnya cognag, armagnag, dan carménère. Sedangkan aperitif ( minuman pembuka) adalah minuman beralkohol yang diminum sebelum makan untuk merangsang nafsu makan.
Ini juga disajikan dengan beraneka ragam makanan ringan seperti biskuit cracker, potongan keju, pâté, buah zaitun yg disajikan sebagai teman minum.
Contoh aperitif, misalnya, pastis, kir un vittel cass, atau diabolo grenadine. Jadi, perbedaan utama digestif dan aperitif adalah perbedaan waktu dalam meminumnya.
Sedangkan jenis anggur sendiri dibagi menjadi dua yaitu anggur merah dan anggur putih. Minum anggur merah (red wine) dapat membantu pencernaan jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.
Anggur merah juga sering disarankan untuk dipadukan dengan daging steak (yang berwarna merah) seperti daging sapi dan daging kambing untuk meningkatkan cita rasa daging.
Sedangkan anggur putih (white wine) biasanya dipadukan dengan daging yang berwarna putih misalnya daging ayam atau kalkun. Selain sebagai pelengkap makan malam, anggur juga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.
Pada umumnya anggur disediakan untuk makan malam bagi masyarakat Prancis. Makan malam momen yang tepat bagi keluarga atau teman berkumpul setelah seharian tidak bertemu karena berbagai aktivitas.
Makan malam bagi mereka tidak hanya untuk berkumpul, tapi juga digunakan untuk menceritakan pengalaman hari itu.
Makan malam bersama keluarga dengan hidangan yang lezat dan bervariasi. []

Tinggalkan Komentar Anda