Kacamata Adian

Rilis, Picis atau Gratis?

Rilis, Picis atau Gratis?

Setiap musim kuliah kerja nyata (KKN) atau yang sejenisnya, ponsel saya sering betul mendapat kiriman rilis berita kegiatan mahasiswa.

Semua ingin rilisnya dinaikkan jadi berita. Tahun ini bahkan sangat banyak. Baik dari kampus negeri maupun swasta.

Semua awalnya bertanya, apakah mereka bisa kirim rilis untuk kemudian dinaiksiarkan di media yang saya dan teman-teman kelola: wartalampung.id. Saya jawab bisa.

Kemudian mereka bertanya lagi, berapa harus membayar untuk rilis ini jadi berita. Saya jawab: tidak usah.

Sejak beberapa tahun lalu memang banyak mahasiswa kirim rilis kegiatan mereka selama KKN. Saya selalu menayangkan.

Ada yang kirim di surat elektronik, ada pula lewat ponsel. Saya naikkan semua. Tidak ada yang saya mintakan uang meskipun beberapa di antaranya mau memberikan uang.

Saya bilang, saya pernah di posisi mereka sebagai mahasiswa. Meski tak buntu-buntu amat kala itu dan mungkin beberapa mahasiswa punya uang, saya tetap bilang tak usah kasih uang jika mereka mengirim rilis.

Lagipula ini memang ada nilai jurnalistiknya, sehingga tak mungkin pula dimintai uang.

Beberapa yang sudah akrab malah jadi tak enak hati karena akhirnya banyak teman dia yang mau juga rilisnya dinaikkan. Saya bilang tidak masalah dan kirim saja. Nanti kami naik siarkan satu per satu.

Saya kemudian menulis itu di status WhatsApp malam ini. Saya tegaskan dalam “Deklarasi Adian” itu, untuk semua mahasiswa dari kampus manapun, silakan mengirim rilis untuk dipublikasikan dan tak perlu membayar.

Walakin, bagaimana dengan rilis lain nonmahasiswa? Ya nyaris sama saja. Begitu banyak kiriman teman-teman dari organisasi nonpemerintah, kelompok masyarakat sipil lain yang mengirim rilis dan kami naikkan. Tidak saya mintakan uang.

Perihal setelah setahun kemudian mereka tanya nomor rekening, kali ini saya mengalah. Toh mereka bukan mahasiswa dan memang mengganggarkan untuk itu.

Ya kali kirim puluhan rilis dan naik terus, kalau sesekali kirim sekadar buat bantu bayar hosting situs, jadi masalah, hehehehe.

Saya sengaja mendeklarasikan ini supaya semua mahasiswa punya persepsi yang sama dengan web yang kami kelola. Perihal mereka membayar kepada web lain, itu urusan mereka dengan pihak lain.

Dengan kami, sudah ditegaskan. Saya bilang, cukup kalian mendoakan saya saja, itu membahagiakan sekali.

Paling banter, saya minta mereka menyebarluaskan tautan berita itu sehingga daya jangkau dan jumlah pembacanya makin banyak. Plus saya minta mereka ikuti akun media sosial pribadi dan media massa yang kami kelola.

Sebuah kebahagiaan jika banyak di antara teman mahasiswa yang mengucapkan terima kasih rilisnya sudah dimuat bahkan dibaca banyak orang. Mereka juga mendoakan saya dan media ini tetap eksis.

Atas semua doa baik itu, saya ucap “aamiin”. Foto dalam tulisan esai ini hanya pemanis. Diambil sekitar tiga tahun lalu oleh Heni Puspita, seorang teman di Tapis Blogger, fotografer, dan sesama alumnus TK Al Hidayah Sawahlama plus fans Liverpool. YNWA. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda