Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA mengatakan, untuk maju, kita butuh banyak hal unik. Nasrullah mengemukakan tiga hal.
Ketiga hal itu adalah berpikir unik, bersikap unik, dan bertindak unik. Ketiga ini kemudian membentuk budaya kita dalam kerja secara profesional.
Pada konteks itulah, kata Nasrullah, semua aktivitas membangun kampus Teknokrat ditekankan pada ketiganya. Maka, dalam banyak sisi, Teknokrat kemudian unggul ketimbang kampus lain, bahkan universitas negeri.
Atas dasar itu pula, Teknokrat mengedepankan kualitas yang berbasis ketiga hal yang unik itu. Maka tak mengherankan, ujarnya, jika pemeringkatan yang dilakukan banyak lembaga nasional dan internasional yang kredibel menempatkan kampus ini pada level yang baik. Bahkan untuk kampus swasta di tingkat ASEAN, Teknokrat adalah yang paling baik.
Demikian benang merah paparan Rektor saat didaulat menjadi pembicara Talkshow Merah Putih, Rabu, 9 Maret 2022, yang diadakan Forum Rektor Indonesia dan Universitas Pembangunan Jaya (UPJ).
Nasrullah menjelaskan, dengan ketiga keunikan tadi, kita bisa menembus batas. Maknanya adalah kita mampu berbuat sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain. Kita bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain.
Nasrullah juga menekankan pada penyiapan generasi penerus. Ia memberikan paparan bahwa kampus sedang menyiapkan generasi mendatang agar bisa membawa prestasi Teknokrat lebih baik lagi pada masa mendatang.
“Saya ingin menyiapkan generasi yang lebih baik. Mungkin sepuluh tahun lagi kita akan menemukan generasi itu mampu membawa Teknokrat lebih gemilang dari sekarang,” papar Nasrullah dalam sesi tanya jawab.
Jumlah peserta dalam sesi ini di Zoom Meeting tercatat 133 orang. Sebanyak 69 peserta berasal dari luar Teknokrat dan 64 dari in ternasl Teknokrat.
Adapun jumlah kampus yang hadir sebanyak 18 perguruan tinggi. Sembilan rektor tercatat mengikuti acara ini, antara lain dari UPJ, Undhira, Unriyo, UWDP, UOGP, STIE Satya Dharma, UPMI Bali, Amikom Purwokerto, USU, Perbanas Institut, Unsoed, UC, UMSU, UMS, STMIK AKBA, Universitas Dalangkade, BRS, dan Universitas Dwijendra Denpasar.
Nasrullah juga memaparkan upaya membangun kampus berkelas internasional dalam gelar wicara bertajuk Talkshow Merah Putih itu.
Ia mengemukakan, ada beberapa lembaga yang melakukan pemeringkatan secara internasional. Misalnya Webometrics (Cybermetric Lab) Spanyol, Private University ASEAN Ranking (AppliedHE) Singapura, Unirank (4icu.org) Sydney, UIGreenmetric (Universitas Indonesia), Times Higher Education, Inggris, QS World University Ranking, Inggris, Moscow International University Ranking, Rusia.
Nasrullah memaparkan, Webometrics adalah pemeringkatan perguruan tinggi seluruh dunia, berdasarkan skor-skor publikasi yang terlihat di internet. Tujuannya, meningkatkan daya saing, keberadaan atau eksistensi, dan peran perguruan tinggi melalui publikasi dan penelitian ilmiah.
Ia juga mengemukakan kiat meningkatkan pemeringkatan Webometrics.
Pertama, membentuk tim khusus yang bertanggung jawab pada peningkatan peringkat Webometrics. Kedua, tingkatkan kuantitas publikasi media website, jurnal, repository, blog, maupun forum.
Ketiga, membuat pemberitaan kampus di media massa elektronik Keempat, mendesain website resmi kampus menggunakan bahasa Inggris. Kelima, mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis artikel ilmiah (terutama terindeks Scopus).
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM menambahkan, kampusnya berupaya masuk dalam semua pemeringkatan lembaga internasional dengan hasil yang memuaskan. Oleh sebab itu, semua sivitas akademika diminta berpartisipasi aktif untuk mewujudkannya. []
