Milad ke-24 Salimah
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pimpinan Wilayah Salimah Lampung merayakan Milad ke-24 dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan di Hotel Grand Kutilang Syariah (Minggu, 19/4). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi sekaligus penguatan komitmen untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni, serta Ketua Humas PP Salimah, Dwi Eko Miranty yang sedang melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional di beberapa wilayah di Sumatera.
Rangkaian acara meliputi sambutan Ketua PW Salimah Lampung, doa bersama, pemotongan tumpeng, hingga ramah tamah dan makan bersama.
Ketua PW Salimah Lampung, Rita Aprilyawati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia ke-24 merupakan fase pematangan gerak organisasi. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal sekaligus memperluas dampak sosial.
“Milad ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum muhasabah dan penguatan langkah. Ke depan, kami berharap Salimah Lampung semakin kokoh dalam kebersamaan, adaptif terhadap perubahan zaman, dan konsisten menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan umat, khususnya perempuan dan keluarga,” ujar Rita.
Sementara itu, Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni, menyampaikan doa dan harapan agar seluruh kader tetap istikamah dalam perjuangan. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan ketahanan organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Semoga kebersamaan ini terus terjaga, langkah kita senantiasa dikuatkan, dan Salimah di setiap wilayah, termasuk Lampung, mampu menjadi pilar yang menopang kebaikan bagi masyarakat. Mari kita rawat ukhuwah ini agar tetap tumbuh dan saling menguatkan,” tuturnya.
Harapan juga datang dari anggota Salimah Lampung, Aulia, yang menginginkan organisasi ini semakin solid dan berdaya guna.
“Semoga ke depan Salimah Lampung semakin solid, tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga semakin terasa kehadirannya di tengah masyarakat melalui program-program yang berdampak nyata,” ungkapnya.
Perayaan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui, dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan.
Milad ke-24 ini menjadi penegas bahwa Salimah Lampung tidak hanya bertahan, tetapi terus bertumbuh—merajut kebersamaan, menguatkan peran perempuan, dan menyalakan harapan untuk masa depan yang lebih berdaya. []

Tinggalkan Komentar Anda