Dr H Mahathir Muhammad SE MM. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia dan Polresta Bandar Lampung menggelar vaksinasi tahap III di Gelanggang Olahraga Dr HM Nasrullah Yusuf kampus setempat hari ini, Rabu, 9/2/2022.
Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA, diwakili Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengatakan, vaksinasi ini diikuti keluarga besar Teknokrat yang terdiri dari dosen dan staf serta masyarakat sekitar.
Rektor berharap, vaksinasi berjalan lancar tanpa kendala apa pun. Ia juga mengimbau segenap keluarga besar Teknokrat untuk mengikuti vaksinasi demi menjaga imunitas dari covid-19.
Rektor berkata, perlindungan dengan vaksin sangat diperlukan. Apalagi tingkat tekanan virus dengan varian Omicron makin marak. Ia juga mengingatkan semua untuk tetap ketat menerapkan protokol kesehatan.
Ia bersyukur kali ini masih bisa bersinergi dengan Polresta Bandar Lampung. Dengan demikian, ada jalinan sinergi untuk menjaga masyarakat demi terhindar dari paparan corona.

Rektor mengemukakan, Gelanggang Olahraga kampus ini terbuka untuk kegiatan kemasyarakatan dan tanpa perlu membayar. Ini sudah menjadi komitmen kampus untuk memberikan kontribusi signifikan kepada masyarakat. Gedung yang representatif memberikan suasana nyaman dalam setiap perhelatan yang digelar. Termasuk pemberian vaksin tahap III kali ini.
Sejak pagi warga kampus sudah berada di gelanggang olahraga. Usai mengisi daftar isian, mereka menjalani tes dan konsultasi dengan dokter sebelum divaksin. Calon penerima vaksin dicek suhu tubuh, tekanan darah, dan penyakit yang pernah diderita. Setelah dirasa cukup dan memungkinkan, barulah calon penerima divaksin.
Usai vaksin, peserta diminta duduk terlebih dahulu kurang lebih setengah jam untuk observasi. Sejauh ini, tidak ada efek samping yang diderita penerima vaksin. Usai itu, mereka bisa berfoto dengan menunjukkan sertifikat yang tercetak di lokasi.
Selama pelaksanaan, seluruh yang terlibat menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Tempat duduk pun dibuat berjarak sehingga tidak berdekatan. []
