Pertukaran Mahasiswa Merdeka Universitas Teknokrat Indonesia. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebanyak 64 mahasiswa PTS terbaik di Sumatera, Universitas Teknokrat Indonesia, mengikuti program bertajuk Pertukaran Mahasiswa Merdeka.
Para mahasiswa itu akan ditempatkan selama 6 bulan di beberapa kampus di Tanah Air.
Beberapa kampus itu di antaranya Universitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Pamulang, Universitas Trisakti, Univeritas Negeri Gorontalo, Universitas Halu Oleo, Universitas Negeri Makassar, Universitas Cokroaminoto Palopo, dan Universitas Hasanuddin.
Sebaliknya, Universitas Teknokrat Indonesia juga menerima 64 mahasiswa se-Indonesia dalam program yang sama.
Demikian dikemukakan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Nasrullah Yusuf SE MBA yang diwakili Wakil Rektor I Dr H Mahathir Muhammad SE MM saat membuka pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru di gedung serbaguna kampus setempat hari ini.
Rektor mengemukakan, program pertukaran mahasiswa ini adalah langkah yang baik. Dengan begitu, setiap mahasiswa akan mempelajari budaya di tempat penugasan ini.

Pertukaran itu, ujar Rektor, akan menambah manfaat karena ada proses transformasi pengetahuan dan kebudayaan. Selain itu, menambah kekayaan khazanah tentang budaya Indonesia yang beragam.
Rektor meminta mahasiswa Teknokrat yang berada di kampus lain bisa beradaptasi dengan baik. Selain itu, wajib membawa nama baik kampus dan aktif dalam program ini.
Ia meminta semua mahasiswa memaksimalkan program ini karena tidak semua memiliki kesempatan yang sama.
Rektor menilai, Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini juga menjaga kebinekaan bangsa. Dengan program ini, setiap mahasiswa akan mendapat hal baru terkait dengan budaya setempat.
Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM menambahkan, kampus Teknokrat merasa bangga karena 64 mahasiswa terbaik di Indonesia menjalani pertukaran dengan kampus ini.
Ia mengucapkan selamat datang di Lampung. Ia ingin mahasiswa yang menjalani pertukaran ini bisa beradaptasi dengan budaya setempat. Selain itu, mengambil pengetahuan baru yang ada di kampus Teknokrat.
Ia meminta semua mahasiswa yang sedang menjalani program ini tidak sungkan dalam membangun komunikasi dan kerja sama. Dengan begitu, harapan bahwa pertukaran mahasiswa ini berjalan optimal akan terwujud. [Sugiono]
