Material tanah sisa galian yang belum dibersihkan. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Tanggamus – Setelah penyelesaian pembangunan jembatan Tebing Tejuh oleh CV Azzahra, di dusun Temiyang Pekon Sukabanjar Kecamatan Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus dikeluhkan penguna jalan.
Hal tersebut dikarenakan material tanah sisa galian yang belum selesai dibersihkan dan terdapat jembatan darurat dari pohon kelapa yang dipasang diatas jembatan. Hal tersebut mempersempit jembatan sehingga mengganggu arus kendaraan yang melintas.
Heri pengandara roda empat asal Kecamatan Limau tujuan perkantoran Pemda Tanggamus mengatakan bahwa dirinya harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan tersebut, terlebih jika melewati jembatan darurat dari pohon kelapa tersebut.
“Pernah ada kendaraan yang tergelincir dan tersangkut saat ia memilih melewati jembatan darurat, apalagi jembatanya hanya dua pohon kelapa dirangkap jadi satu, kalau selip ban nyemplung,” katanya dalam rilis yang diterima Wartalampung.id.
Berbeda dengan halnya Antoni pengandara roda empat dari Kecamatan Limau tujuan Polres Tanggamus mengatakan bahwa tumpukan material tanah yang belum dibersihkan dan sangat menyulitkan kendaraan jenis minibus yang melintas. Jika tidak hati-hati bamper dan as mobil akan menjadi sasarannya.
Dia berharap tumpukan material tanah tersebut bisa dibersihkan, juga jembatan dari pohon kelapa agar dibongkar untuk memudahkan kendaraan yang melintas.
Dilain pihak, Yurni sebagai kepala Keamanan pembangunan jembatan Tebing Tejuh mengatakan bahwa material tanah tersebut sengaja belum dibersihkan karena sudah direncanakan untuk menimbun sisi kanan jembatan setelah selesai pemasangan talud Bronjong nanti.
“Jembatan darurat yang dipasang usai pengecoran adalah untuk mengantisipasi kendaraan dengan tonase berat, rencananya hari ini akan dibongkar. Karena estimasi jembatan bisa dilewati kendaraan berat pasca pengecoran 28 hari, hari ini baru sekitar 25 hari hari,” jelasnya. []
