Pengurus Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung bersilaturahmi ke Ketua PW Muhammadiyah Lampung Sudarman (bersarung). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Hajimena – Untuk memperkuat ukhuwah islamiah dengan tokoh Islam di Lampung, Yayasan Daarul Hikmah bersilaturahmi ke Ketua Muhammadiyah Lampung Sudarman di rumahnya di Desa Hajimena, Natar, Lampung Selatan, Kamis pagi, 2/11/2023.
Dalam kesempatan itu, Yuliani, Koordinator Pelaksana Harian Yayasan Daarul Hikmah, membawa rombongan dari Departemen Pesantren dan Pembinaan Alquran Ibadurrahman, Muhammad Khumaidi, Evi Febriani dan A. Mujahidin, juga Kabag Humas Novian Iskandar. Mereka diterima Sudarman dan istri.
Dalam bincang-bincang santai, Sudarman yang menyandang gelar profesor doktor ini banyak bercerita tentang perjalanan hidup yang penuh dengan nilai-nilai dan pengalaman berharga.
Ia mengatakan, sebagai penggiat dakwah harus bergembira sehingga kita bisa membahagiakan orang lain.
Sudarman lahir pada 1 Juli 1969 dan menempuh pendidikan sejak SD sampai SMA di Gisting, Kabupaten Tanggamus. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S1 di UMS jurusan Perbandingan Agama.
Setelah lulus jenjang S1 tahun 1993, ia kembali ke Gisting dan mengajar di SMP Muhammadiyah Gisting tahun 1994, lalu tahun 1995 mengajar di SMA Muhammadiyah Gisting.
Pada 2000-an Sudarman melanjutkan pendidikan S2 di IAIN Sunan Kalijaga Semarang dan tahun 2011 ia mendapat gelar doktor di universitas yang sama.
Sudarman bercerita, sejak kecil ia terbiasa hidup disiplin dan ringan tangan. Selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, ia termasuk mahasiswa yang tekun dan pandai mengelola/memanajemen keuangan yang secara jumlah terbatas.
Sudarman kini berusia 54 tahun. ia mempunyai lima anak, di mana 4 orang kuliah dan juga berkediaman di Yogyakarta dan 1 orang lagi di Bogor.
Sudarman adalah bungsu dari tiga bersaudara. Ia mengaku gemar minum kopi manis. Filosofinya, di mana perjalanan hidup sudah banyak mengalami pahitnya kehidupan, sehingga kopi yang dihirup suka yang rasanya manis.
Ia juga berbagi pengalaman dan nasihat.
“Merantaulah, karena dengan merantau jiwamu akan kuat,” ujarnya.
Di akhir obrolan, dosen di UIN Raden Intan Lampung ini juga menyampaikan untuk sesama lembaga Islam yang peduli akan kemajuan Islam, jangan mencari perbedaan, tapi utamakan persamaan dan saling menguatkan. []

Tinggalkan Komentar Anda