Berita Foto Opini

Opini: Surat Cinta Untuk Milad Ke-24 KAMMI

Opini: Surat Cinta Untuk Milad Ke-24 KAMMI

Andri Effendi. | Dokumentasi

Andri Effendi. | Dokumentasi

Andri Effendi, Kepala Bidang Kebijkan Publik KAMMI Bandar Lampung

Tepat pada tahun 1998 merupakan proses bagaimana lembaga ini melakukan transformasi besar dalam proses menjaga napas gerakan. Dicuatkan dalam forum yang penuh khidmat dan dari ide dan pemikiran yang kritis serta perasaan prihatin yang mendalam akan kondisi negeri yang tak kunjung baik dan terjadi krisis multidimensi secara nasional.

Tapat pada hari itu juga, 29 Maret 1998, berkumpullah seluruh mahasiswa Tanah Air dari segenap penjuru kota dan daerah. Mereka berhasil merumuskan gerakan pemuda yang berusaha menjadi napas bangsa untuk membela rakyatnya yang tercekik dari elite politik tak bertanggung jawab dan krisis multinasional.

Pembacaan naskah awal berdiri lembaga ini yang berisi asas kenapa KAMMI berjuang disambut dengan riuhnya takbir menggambarkan ghiroh awal perjuangan yang di sambut oleh seluruh pemuda Islam Tanah Air.

Inilah lembaga yang genap 24 tahun berkiprah dalam perhelatan keumatan dan kebangsaan dengan narasi-narasi lantangnya berdiri sebagai musuh abadi kebatilan.

Mimbar-mimbar pikiran serta gagasan di ciptakan sebagai wujud KAMMI guna penyambung lidah rakyat dan berdiri di atas kepentingan rakyat.

Lembaga ini pun bertransformasi dengan hadirnya elemen pengokoh berupa manhaj dan platform yang digagas para pejuang-Nya dengan narasi besar Menjayakan Indonesia 2045 sebagai bentuk implementasi visi KAMMI yang menginginkan kebaikan untuk negeri ini.

Berbagai dinamika dalam berdialektika terus hadir sebagai wujud gagasan KAMMI dalam memandang perjalanan bangsa yang ditransformasikan menjadi aksi-aksi nyata di lapangan dalam upaya merawat kebinnekaan.

Menciptakan SDM yang digaung-gaungkan umat dengan karakter gerakannya yang kemudian diimplementasikan ke dalam paradigma gerakan sebagai ciri jati diri para pejuangnya.

Mendobrak kebatilan dan menawarkan solusi Islam sebagai jalan-jalan perbaikan.

Itulah KAMMI yang kini bukan anak-anak lagi, melainkan KAMMI hari ini sudah tumbuh dan melesat menjadi remaja dengan semangat tinggi di usianya yang ke-24 hari ini.

Di tengah kondisi negara yang masih dilanda masa pandemi hari ini sehingga mengakibatkan konflik multidimensi cukup dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah dan krisis multisektoral seolah berdampingan dengan rakyat sehari- hari.

Sehingga kondisi hari ini menuntut para kader KAMMI dari berbagai elemen baik dari pengurus pusat, pengurus wilayah, pengurus daerah sampai dengan pengurus paling bawah di tingkat komisariat harus lebih peka dan responsif dengan permasalahan serta problem yang terjadi.

Sehingga pada akhirnya KAMMI bisa menghadirkan tawaran-tawaran solusi sebagai treatment perbaikan sebagai wujud dan cita-sita dari KAMMI itu sendiri.

Milad ke-24 KAMMI ini menjadikan kita optimistis. Meski terbilang muda, formasi kepengurusan secara nasional yang cukup stabil. Kini ada 30 pengurus wilayah, 121 pengurus daerah, dan 375 pengurus komisariat hasil dari muktamar di Padang beberapa waktu lalu.

KAMMI secara kelembagaan dirasa cukup mampu untuk bergerak semakin melesat dan menjadi mata air di tengah kegersangan kondisi hari ini.

KAMMI terus menjaga persatuan dan kesatuan sesama pengurus dari pusat hingga tingkat komisariat untuk mewujudkan cita-cita besar KAMMI untuk Menjayakan Indonesia 2045. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda