Berita Foto Opini

Opini: Hari Pendidikan Nasional, Muliakan Guru Kehidupan

Opini: Hari Pendidikan Nasional, Muliakan Guru Kehidupan

Milah Smart. | Dokumentasi

Milah Smart. | Dokumentasi

Oleh Milah Smart (Desainer grafis)

Hari ini, 2 Mei 2024, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Semua profesi tidak terlepas dari peran seorang pendidik.

Baik di pendidikan formal maupun nonformal. Dokter, arsitek, politisi, pilot, polisi, tentara, desainer dan lain sebagainya, hendaknya harus senantiasa mengingat akan pahlawan tanpa jasa ini. Ya seorang pendidik atau lebih akrab disapa dengan guru adalah pahlawan terbaik yang banyak jasanya dengan kita.

Di antara banyak guru-guru dalam perjalan hidup kita, ada guru yang lebih berarti yakni guru kehidupan. Orang tua adalah guru kehidupan kita yang sesungguhnya.

Merekalah yang sudah menemani kita sejak kecil hingga kini. Memberi kasih sayang tanpa pilih-pilih, mengayomi tanpa tapi, dan mencintai dengan sepenuh hati.

Mari kita belajar dari Uwais Al Qarni. Seorang pemuda asal Yaman yang sangat saleh. Memiliki ketakwaan yang kokoh hingga dirinya disebut oleh Rasulullah sebagai penduduk langit.

Uwais Al Qarni begitu mencintai Rasulullah, padahal dirinya tidak pernah melihat dan bertemu dengan Rasulullah saw. Uwais Al Qarni juga adalah seorang pemuda yang sangat berbakti kepada ibunya.

Singkat cerita, sang ibu meminta kepada Uwais Al Qarni untuk berhaji. Digendongnya sang ibu dari Yaman ke Mekah. Informasi kedatangan Uwais Al Qarni dan sang Ibu ini pun terdengar oleh di telinga Rasulullah.

Beliau pun berpesan kepada sahabat-sabatnya. “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istigfarnya. Dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.” (HR Ahmad).

Saat itu sahabat Umar mencari di mana Uwais Al Qarni, hingga ia mendapatinya. Uwais Al Qarni pun bertanya tentang hal itu.

Khalifah Ummar menjawab “Aku mengenalmu dari Rasulullah, wahai Uwais. Beliau memberitahuku tentangmu dan keutamaanmu. “Doakanlah aku” ungkapnya lagi.

Uwais Al Qarni lalu berkata, “Wahai Khalifah Umar, ketahuilah bahwa doaku untukmu lebih banyak daripada bulu di tubuhku. Tetapi, jangan beritahukan kepada siapa pun tentangku, karena aku ingin menjadi hamba Allah yang rendah hati.”

Setelah itu mereka pun berpisah. Ummar sangat berbahagia dan mengambil banyak pelajaran dari Uwais Al Qarni. Uwais mendapat banyak keberkahan yang sangat melimpah atas baktinya kepada orang tua. Khususnya sang Ibu.

Sahabat, berbakti kepada orang tua membuat musabab seseorang dapat diangkat derajatnya yang begitu tinggi. Berbakti kepada guru kehidupan, kepada orang tua dengan apa yang kita punya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda