Berita Foto Opini

Opini: Strategi ATM dalam Belajar Bahasa Prancis

Opini: Strategi ATM dalam Belajar Bahasa Prancis

Setia Rini. | Dokumentasi

Setia Rini. | Dokumentasi

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila)

Setiap individu biasanya memiliki gaya belajar yang membedakannya dengan individu lainnya. Begitu juga dengan kita masing-masing.

Ada yang tipe belajar audio melalui penguatan suara, visual dengan mengamati, juga perpaduan keduanya audio visual, tipe membaca atau menulis, kinestetik dengan melakukan praktik dan memperoleh pengalaman, dan lain sebagainya.

Mengenali gaya belajar diri sendiri sangat penting untuk kita ketahui agar upaya belajar yang kita lakukan dapat optimal. Dengan mengoptimalkan gaya belajar yang sesuai dengan karakter diri kita, maka apapun yang kita pelajari akan lebih mudah dipahami dan dikuasai.

Hal ini penting dalam mempelajari hal apapun termasuk dalam mempelajari bahasa asing. Berdasarkan pengalaman saya mengajar bahasa Prancis selama ini, pada dasarnya setiap mahasiswa yang saya ajar memiliki tipe belajar yang sangat variatif.

Ada yang memiliki karakter satu tipe gaya belajar saja namun banyak juga yang memiliki tipe belajar perpaduan seperti audio dan membaca, audio dan visual, audio dan kinestetik, kinestetik dan visual, visual dan menulis dan lain-lain.

Jika tipe gaya belajar tersebut dikenali dengan baik dan dilakukan upaya belajar yang optimal, normalnya mahasiswa akan dapat menguasai bahasa Prancis sebagai bahasa asing dengan sangat baik.

Namun, tidak sedikit mahasiswa yang terkesan cuek dengan tipe gaya belajar tersebut. Ditambah lagi, masing-masing individu tidak melakukan upaya yang berkelanjutan di luar jam kelas perkuliahan sehingga hasil belajarnya pun menjadi tidak optimal.

Padahal masing-masing tipe belajar bisa mengantarkan kita untuk piawai dan ahli di bidang bahasa asing, terlepas dari jenis apa pun tipe belajarnya. Tipe belajar auditori dengan penguatan suara sangat tepat dilakukan oleh siapa pun yang belajar bahasa asing.

Oleh karena itu, tidak heran jika saya menemukan ada banyak mahasiswa yang bahasa Prancisnya bagus, kosakata dan wawasannya luas ternyata memiliki gaya belajar tipe auditori. Di mana mahasiswa tersebut sering menyimak berbagai audio berbahasa Prancis baik itu lagu, berita, siniar (podcast), dialog, monolog, dan lain-lain. 

Atau tipe belajar pengalaman yang juga saya temukan pada beberapa mahasiswa di kelas. Mereka umumnya adalah mahasiswa yang suka sekali melakukan praktik langsung baik lisan/berbicara maupun tulisan/menulis.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang memiliki tipe belajar kinestetik tersebut, mencari pengalaman nyata berbahasa Prancis dengan berbicara secara langsung dengan orang Prancis atau orang-orang Frankofon.

Dengan memanfaatkan sosial media dan berbagai aplikasi atau platform yang mampu menjelajahi dunia luar, maka dengan sangat mudah mahasiswa menemukan teman-teman baru (orang asing) yang berbahasa Prancis. Tentu saja, hal ini akan sangat cepat membantu bahasa Prancis yang kita kuasai menjadi lebih mahir.

Siapa yang tidak mau memiliki kepiawaian dalam berbahasa asing? Siapa yang tidak mau jago berbahasa Prancis?

Siapa yang tidak mau lulus S1 bisa langsung ke Prancis untuk melanjutkan studi atau bekerja di sana? Saya yakin, semua mahasiswa di kelas saya akan menjawab dengan lantang: mau madame!

Masalahnya adalah untuk mengupayakan setiap dari kita untuk mampu dengan baik berbahasa Prancis bukanlah hal yang mudah. Tetapi bukan juga hal yang mustahil.

Ada banyak sekali metode dan strategi yang bisa kita lakukan untuk bisa menguasai bahasa Prancis. Salah satu cara yang bisa kita coba adalah ATM yaitu amati, tiru, dan modifikasi.

Sejauh ini, metode ATM sangat efektif digunakan terutama oleh mahasiswa yang mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Prancis. Metode ATM akan memberikan hasil yang sangat signifikan bagi siapa saja yang konsisten mengerjakannya.

Untuk mahasiswa bahasa Prancis, amati bisa dilakukan dengan banyak hal. Mulai dari amati berbagai dokumen tertulis atau sumber apa pun yang dapat dijadikan bahan untuk belajar, seperti film atau video bahkan postingan di medsos.

Amati dengan proses belajar, bukan sekedar amati sekilas. Amati dengan diikuti proses analisis. Bahkan jika kita rutin, membaca artikel atau berita berbahasa Prancis, kita amati dengan memperhatikan konteks tata bahasanya, kosakatanya, isinya, maka kita akan memperoleh banyak sekali ilmu baru.

Selain wawasan kita menjadi semakin luas, kompetensi berbahasa Prancis kita juga semakin baik, karena kita peduli untuk belajar bagaimana tata bahasa itu terbentuk, bagaimana kalimat itu terstruktur sehingga mudah untuk dipahami.

Dari aktivitas menonton film Prancis, kita amati bagaimana penutur asli berbicara dalam bahasa Prancis. Bagaimana intonasinya, tekanan suaranya, aksennya, dan lain sebagainya.

Sangat mungkin untuk selanjutnya kita tiru sehingga kita bisa berbicara layaknya penutur asli Prancis.

Ya, tiru! Meniru adalah hal yang baik, selagi apa yang kita tiru adalah hal yang positif. Artinya, kita bisa melakukan aktivitas meniru bagaimana penutur asli berbicara, dan bagaimana mereka juga menulis.

Atau, kita juga bisa meniru bagaimana orang lain yang bukan penutur asli Prancis pun juga bisa dengan piawainya berbahasa Prancis baik lisan maupun tulis. Misalnya kita tahu betul bagaimana Anggun C. Sasmi atau Ajeng Kamaratif sangat lancarnya berbahasa Prancis.

Kita tiru gaya mereka berbicara, kita tiru bagaimana gaya mereka ketika menyampaikan sesuatu, bagaimana aksennya, dan lain-lain. Hal tersebut akan menjadi motivasi tersendiri bagi kita, bagaimana sama-sama orang Indonesia tetapi mereka bisa berbahasa Prancis sebaik itu.

Atau kita mempunyai rekan-rekan yang juga mempelajari bahasa Prancis tetapi di kampus atau tempat yang berbeda di Indonesia, ada baiknya untuk saling berbagi satu sama lain, bagaimana selama ini belajar bahasa Prancis.

Melalui diskusi tersebut tentu kita bisa banyak belajar dan saling memberikan motivasi dan ide, ide belajar yang efektif.

Selanjutnya, jangan lupa ketika kita meniru bagaimana bahasa Prancis seseorang begitu baik dan menariknya, untuk tetap kita lakukan modifikasi. Sebuah modifikasi yang tentunya, harapannya bisa menjadi lebih baik. Kita amati benar-benar apa yang sudah baik dan apa yang kira-kira perlu dilakukan perbaikan, sehingga kita akan mendapatkan ramuan yang tepat.

Modifikasi ini kita lakukan dengan praktik yang berkelanjutan. Praktik menulis dan berbicara kita lakukan secara terus menerus, targetkan untuk selalu naik level setiap durasi tertentu.

Misalnya setiap semester, miliki untuk benar-benar bisa mencapai target level yang lebih tinggi. Tidak sekedar formalitas di kelas dengan nilai tertentu, tetapi buktikan bahwa masing-masing dari kita memang bisa berbahasa Prancis dengan baik.

Metode ATM ini sebaiknya dilakukan setiap hari, seiring sifat bahasa yang dinamis, kita harus belajar setiap hari. Bayangkan segala kemudahan dan prestasi yang akan kita peroleh dengan kita konsisten melakukan metode ATM.

Bahasa Prancis tidak akan mungkin akan kita kuasai begitu saja dengan tiba-tiba. Rasullah SAW bersabda “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.”

Jadi terus semangat untuk belajar. Belajar hal apapun yang akan memberikan manfaat dalam kehidupan kita. Belajar bahasa Prancis yang akan memberikan banyak manfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain, bahkan untuk agama, bangsa dan negara. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda