Habib Jafar dan Onad. | Insertlive.com

Oleh Tsabitha Balqis, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Podcast antara Habib Jafar dan Onad di saluran Youtube Close The Door milik Dedy Corbuzier yang selalu membahas indahnya perbedaan di antara keyakinan umat beragama, bisa membuka wawasan cakrawala pemikiran kita tanpa adanya rasisme.
Rasisme adalah suatu kepercayaan yang menyatakan bahwa perbedaan ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu, bahwa suatu ras tertentu lebih istimewa dan berhak untuk merendahkan ras lainnya.
Menurut penulis, podcast atau siniar yang dibawakan oleh Habib Jafar dan Onad merupakan salah satu bentuk toleransi antar umat beragama.
Mengapa demikian? Tidak hanya perbedaan keyakinan antara kedua pembawa acaranya. Pada podcast mereka juga sempat mendatangkan para pemuka agama lainnya, seperti romo (Kristen Katolik), pendeta (Kristen Protestan), biksu (Budha), dan xue shi (Khonghucu).
Mereka juga membahas dan berdiskusi tentang keyakinan masing – masing tanpa ada yang bersinggungan.
Keberadaan Onad di acara tersebut membuat mudah dimengerti dan tidak membosankan karena diselingi dengan canda tawa yang sifatnya menghibur.
Podcast tersebut disambut hangat oleh penonton se- Indonesia. Dalam 12 jam setelah diunggah, sudah mencapai satu juta lebih penontonnya.
Dengan adanya podcast tersebut, diharapkan orang- orang yang masih rasis bisa membuka pikirannya dan tidak saling menggurui. Tidak hanya membahas secara umum, mereka juga membahas tentang kebiasaan dari masing-masing agama tersebut.
Bisa disimpulkan bahwa untuk menghilangkan rasisme adalah dengan kita harus saling menghargai perbedaan, toleransi, interpretasi tanpa ada kesenjangan. []
