Berita Foto Opini

Opini: AI dan Ancaman Masa Depan

Opini: AI dan Ancaman Masa Depan

Afra Nafisah

Afra Nafisah

Oleh Afra Nafisah, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung

Akhir-akhir ini, penggunaan teknologi berbasis AI (artificial intelligence) sangat melonjak pesat. Saat ini AI merajai hampir di segala sektor, baik pendidikan, industri, bisnis, medis, dll.

AI juga digadang-gadang akan menjadi teknologi yang menjadi kunci masa depan. Lalu apa sih AI ini?

AI tau biasa disebut kecerdasan buatan adalah suatu sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan segala sesuatu pekerjaan manusia. Tentunya dengan kecanggihan seperti ini akan memudahkan pekerjaan manusia.

Setiap orang yang menggunakan AI ini akan sangat terbantu dalam menyelesaikan pekerjaannya. Seperti pelajar yang terbantu ketika mengerjakan tugas-tugas, para pekerja yang terbantu dalam mengerjakan pekerjaan ataupun para pebisnis yang terbantu dalam menjalankan usahnya.

Namun, di balik segala kemudahan serta kecanggihan teknologi yang sangat membantu ini, ada bahaya yang selalu mengintai kita di masa depan yang merupakan efek dari penggunaan AI serta perkembangan nya yang semakin pesat.

Elon Musk, CEO Twitter dan Tesla, pernah mengatakan dalam acara Tesla’s Investor Day, AI jauh lebih berbahaya daripada nuklir. Hal ini ia katakan karena ia sangat dekat dan sangat mengenal bagaimana teknologi tersebut.

Musk merasa khawatir akan perkembangan AI ini. Ia mengatakan, teknologi AI membuat banyak pekerjaan jadi tak berarti. Pernyataan dari Elon Musk ini seharusnya membuat kita waspada terhadap bahaya AI yang akan mengancam masa depan.

Ada banyak bahaya yang akan terjadi jika teknologi AI semakin berkembang. Di antaranya yang sangat mungkin terjadi adalah tingginya tingkat pengangguran. Hal ini dikarenakan hampir semua pekerjaan manusia sudah diambil alih oleh AI.

Salah satu contohnya adalah presenter AI yang sudah dikenalkan oleh salah satu stasiun televisi swasta Indonesia yaitu TVone. Saat ini TVone telah menggunakan presenter AI untuk membacakan berita yang ditayangkan di televisi.

Jika teknologi ini semakin berkembang dan banyak stasiun TV lain yang menggunakan teknologi AI ini, tak menutup kemungkinan di masa depan kita akan kehilangan pekerjaan sebagai presenter karena semua sudah digantikan AI.

Kemudian contoh lainnya di sektor manufaktur. Mesin-mesin yang sudah menggunakan teknologi AI akan mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia. Lalu pekerjaan seperti apa yang akan kita lakukan di masa depan jika semuanya sudah diambil alih oleh AI?

Adapun bahaya lainnya dari AI yaitu adanya pelanggaran privasi. Semua data privasi kita akan sangat mudah diretas jika AI ini dipergunakan untuk tindakan kriminal. Contohnya di China, mereka menggunakan teknologi dengan pengenalan wajah guna mendeteksi pergerakan masyarakat.

Memang hal ini sangat memudahkan pemerintah setempat dalam mendeteksi masyarakat, namun akan sangat berbahaya jika pendeteksian wajah digunakan untuk hal yang bersifat kriminal. Kemudian sistem AI ini sangat rentan terhadap semua bentuk peretasan.

Hal ini sangat berpotensi menyebabkan pelanggaran data, hilangnya informasi maupun risiko keamanan lainnya. Dan yang lebih parahnya lagi, teknologi AI saat ini bisa mengubah wajah dan suara pada sebuah video.

Semakin canggihnya perkembangan AI, akan sangat susah untuk membedakan wajah serta suara asli dari sebuah video. Seperti contoh yang beredar di salah satu media sosial bernama Tiktok.

Ada sebuah video di mana di video tersebut menggunakan wajah Presiden Jokowi serta suaranya yang menyanyikan lagu asal Korea yang sedang trending. Padahal video aslinya merupakan salah satu grup girl band asal Korea yang menyanyikan lagu trending tersebut.

Bahkan, suara dari lagu tersebut sangat mirip dengan suara Presiden Jokowi. Hal ini membuktikan seberapa canggihnya teknologi AI ini. Dengan kecanggihan itu, bukankah akan sangat berbahaya jika digunakan dengan niat yang jahat.

Kemudian penggunaan AI yang mengontrol persenjataan. Ini tentu akan sangat berbahaya jika benar-benar terjadi. Teknologi AI ini dirancang oleh manusia. Jika digunakan untuk mengontrol persenjataan, tak menutup kemungkinan jika sistem tersebut diubah dan dimanipulasi sehingga akan berbalik menyerang kita.

Masih banyak lagi bahaya AI yang dapat mengancam masa depan. Kita sudah seharusnya waspada terhadap penggunaan teknologi AI ini.

Kita tidak bisa mengontrol orang-orang untuk tidak menggunakan AI untuk sebuah tindakan kejahatan. Yang bisa kita lakukan adalah pergunakan teknologi tersebut dengan sebijak dan sebaik mungkin.

Lalu kita juga harus selalu bersiap diri menghadapi perkembangan zaman yang semakin canggih ini. Dilansir dari detikinet, Elon Musk mengusulkan agar dibentuknya badan publik yang memiliki wawasan dan kemudian pengawasan untuk memastikan bahwa setiap orang mengembangkan AI dengan aman.

Menurutnya, ini sangat penting. Sebab, bahaya AI jauh lebih besar daripada hulu ledak nuklir. Dengan begitu, perkembangan AI bisa dibatasi agar tidak menjadi sebuah kehancuran di masa depan. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda