Tamara Levia Aziza. | Arisa MUA

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tamara Aziza Levia kini duduk di kelas XII SMAN 1 Talangpadang, Tanggamus. Sejak 2020, ia berkiprah sebagai model. Kebanyakan menjadi model make up artist (MUA).
Wajah cantik Tamara menjadi daya tarik yang kuat untuk para MUA. Tamara bercerita, awalnya ia mendapat tawaran dari MUA di Pringsewu, Arisa.
Tawaran lewat pesan di kolom percakapan Instagram-nya itu kemudian dibalas Tamara. Lantaran cocok, Tamara mengiyakan tawaran itu.
Dengan diantar orangtuanya, ia ke sana. Rupanya pengalaman pertama itu sangat berkesan.
Foto Tamara dalam pulasan make up itu menarik minat banyak orang. Galeri Instagram MUA di Pringsewu itu lumayan ramai.
Tamara segera menjadi bahan perbincangan. Wajah cantik, postur lumayan tinggi, dan pas dipulas make up menjadikan Tamara dikenal banyak orang.
Di tahun itu pula, 2020, akun Instagram-nya mulai ramai pertemanan. Apalagi kala ia mengunggah foto-foto hasil make up.
Namun, karena baru memulai masa SMA, Tamara tidak mengiyakan semua tawaran foto make up itu. Ia hanya mengambil kerjaan itu di akhir pekan.
Itu pun tidak selalu. Aktivitasnya di ekstrakurikuler drumband membuatnya padat aktivitas di hari libur atau Minggu.
Meski demikian, beberapa kali tawaran ia setujui. Beberapa job di Tanggamus, Pringsewu, dan Bandar Lampung ia ambil.
Orangtuanya setia mengantar. Mereka tak ingin ada sesuatu yang terjadi dengan anak gadisnya itu.
Meski demikian, makin ke sini, orangtua bisa memaklumi kesibukan Tamara. Apalagi ia bisa bertanggung jawab. Orangtua pun berpesan agar tidak mem-posting foto yang kelewat vulgar.
Tak vulgar saja, foto Tamara pernah disalahgunakan oknum di akun MiChat.
Tamara melanjutkan ceritanya. Sejak itulah ia makin dikenal sebagai model.
Tamara senang karena ia tahu ada talenta besar dalam dirinya dalam dunia model. Ia pun tak membatasi diri pada foto make up.
Foto katalog, endorse produk tertentu ia ambil. Selama positif, ia lakoni dengan baik.
Kepercayaan dirinya makin meningkat. Kepercayaan orangtua pun sudah cukup sebagai bekalnya.
Tamara berkata, dari model ini ia mendapat bayaran yang lumayan. Ia berujar, uangnya ia pakai buat kebutuhan sehari-hari .
“Kalau pas sekolah sekarang enggak mesti minta uang sama orangtua. Dari hasil foto aku dah bisa jajan sendiri,” kata dia kepada wartalampung.id lewat percakapan ponsel.
Tamara mengatakan, setiap minggu ada saja tawaran pekerjaan. Ada yang di Tanggamus, kebanyakan juga dari Bandar Lampung.
Jika tak ada kegiatan ekskul drumband di mana ia menjadi waki ketua, ia pasti meluncur. Kadang mamanya dengan setia menemani.
Tamara kini makin berkibar sebagai model. Wajahnya makin sering tampil di galeri akun-akun pemilik usaha MUA. Produk katalog pun ia lakoni dengan baik. Demikian pula dengan endorse produk.
Cewek kelahiran bulan Oktober itu tak pilih-pilih pekerjaan. Kalau sesuai waktunya, ia akan mengiyakan. Apalagi ini tahun ketiganya aktif dalam dunia model.
Cewek bertinggi 167 centimeter itu menambahkan, awalnya peran MUA Arisa sangat besar. Tamara bisa belajar bagaimana menjadi model dengan baik.
Sesekali ia juga belajar otodidak sehingga ada proses pengembangan dirinya. Dari model yang lain pun ia bisa belajar.
Tamara kini sedang fokus sekolah. Maklum sudah kelas XII. Tahun depan lulus. Soal rencana ke depan, Tamara menyimpan asa untuk kuliah.
“Aku pengen kuliah. Kalau enggak kesehatan, aku mau ambil yang kedinasan.”
Tamara menuturkan, ia ingin sekali makin profesional di dunia model ini. Apalagi ia punya kemampuan dan talenta yang lumayan.
Setidaknya, dari tawaran foto yang saban minggu datang, ia sudah tahu ia ada bakat di sini. Sukses buat sekolah dan dunia modelnya ya, Tamara. [Adian Saputra]
