Joya. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Teluk Pandan – Joya Iffyni Alayka kadang mengisi waktu akhir pekannya bersama keluarga di rumah. Jika tidak demikian, ia lebih memilih tawaran foto yang datang kepadanya.
Karena sudah banyak spot foto yang ia singgahi kala diminta fotografer, beberapa kali ia mencari spot yang lain. Beberapa waktu lalu ia menghabiskan waktu hari Minggunya dengan wisata ke hutan mangrove Petengoran di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran.
Joya mengaku jatuh cinta dengan alam hutan mangrove ini. Ia suka melihat laut dari pinggir hutan ini. Ia juga terkesan dengan trek yang dibangun warga di sini sehingga bisa mengitari hutan mangrove. Beberapa tempat di dalamnya bahkan dibuat semenarik mungkin.
Joya bilang, kita bisa bersantai di situ sambil menikmati alam yang indah. Joya berujar, mangrove mempunyai banyak manfaat untuk alam dan manusia.
Adanya hutan mangrove melindungi dari abrasi. Kemudian warga pun tak khawatir air laut meluap sampai ke permukiman. Sepanjang mangrove dijaga dengan baik, kata dia, akan bermanfaat bagi alam dan manusia.
Joya tak bersiap khusus untuk difoto saat di Petengoran. Ia mengenakan pakaian kasual saja. Dengan jeans yang robek pada kedua lututnya, Joya memadunya dengan topi hitam.
Kala ia memandang lepas ke pantai, seorang temannya membidiknya diam-diam. Hasil foto candid itu justru terwujud natural sekali.
Joya memang menyukai alam terbuka. Ia merasa lebih segar difoto dengan suasana alam bebas. Tak melulu di pantai, gunung, atau bentang alam lainnya. Ia juga menikmati kala difoto di sebuah kompleks perumahan, bangunan tua, dan sebagainya yang masih bersifat outdoor.
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia ini memang sudah suka difoto sejak lama. Nyaris tiap minggu ada saja tawaran foto kepadanya dari komunitas fotografer.
Bahkan, baru-baru ini Joya sempat menjadi bintang video klip untuk lagu. Namun, Joya belum memberi tahu judul lagu di mana ia berperan dalam klipnya.
“Entar aja deh pas udah jadi aku cerita lagi,” kata dia.
Meski rajin menjadi model, Joya tetap menomorsatukan kuliah. Semasa pandemi awal, ia juga seperti mahasiswa lainnya, belajar daring. Kini, ketika pembelajaran kembali ke kelas, Joya pun melakoninya dengan baik.
“Enak kalau sudah normal belajar di kelas. Jadi bisa ketemu teman dan komunikasi sama dosen juga. Mumet juga kalau daring terus,” kata dia.
Joya juga senang banyak objek wisata sudah dibuka lagi. Dengan demikian, ekonomi berputar lagi. Warga yang mengandalkan hidup dari tempat wisata kini bisa bernapas lega. Juga Joya tentu saja. Ia bakal makin sering mengiyakan ajakan foto di banyak objek wisata. []
