Hasana. | Mirliana
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Tren mengoleksi kartu Pokémon kini tak sekadar menjadi hobi masa kecil, melainkan telah bergeser menjadi komoditas koleksi bernilai tinggi hingga sarana investasi.
Fenomena inilah yang ditangkap oleh Pokecptcgcard saat menjajakan berbagai seri kartu Pokémon resmi (official) di area Car Free Day (CFD) Bandar Lampung.
Perwakilan Pokecptcgcard, Khasana, mengungkapkan bisnis yang berawal dari hobi sang pemilik (Koko Ono) ini telah berjalan selama kurun waktu 7 hingga 8 bulan sejak momen Ramadan lalu.
“Owner kami memang hobi brewok (membuka pack kartu) dan mengoleksi kartu Pokémon. Dari hobi tersebut, kami mulai membuka lapak di CFD setiap minggunya,” ujar Hasana saat diwawancarai. Minggu, 18 Oktober 2026.
Kartu Pokémon yang dijajakan memiliki variasi seri dan bahasa, mulai dari edisi Indonesia, Jepang, hingga Inggris. Jenis kartu yang paling diminati pembeli sangat bergantung pada tren pasar dan rilis edisi terbaru.
“Kalau bahasa Inggris paling banyak dicari seri Action Heroes, Jepang seri Megadream, dan Indonesia seri Megaimpian. Yang terbaru dan sedang ramai saat ini ada edisi perayaan 30 tahun yang rilis September lalu,” jelas Hasana.
Mengenai harga, kartu koleksi ini dibanderol bervariasi tergantung pada tingkat kelangkaan (rarity) dan keindahan visual kartunya (art). Harga per lembar kartu dijual mulai dari Rp50.000, sementara untuk kemasan box bisa mencapai Rp9.000.000.
Pasar pembelinya pun beragam dan tidak terbatas pada usia tertentu. Pembeli didominasi oleh para kolektor dari berbagai kalangan yang memahami nilai kelangkaan kartu tersebut.
Meski sempat mencatatkan penjualan hingga lebih dari 50 pack per hari pada tiga bulan pertama, Hasana mengakui bahwa tantangan terbesar dari bisnis ini adalah dinamika tren (FOMO).
“Tantangannya adalah tren ini kerap dianggap sebagai usaha FOMO (Fear of Missing Out). Ketika hype-nya tinggi, penjualan melonjak, tetapi saat trennya mengendur, penjualan ikut terdampak hingga kini rata-rata berada di kisaran 10 pack per hari di CFD,” ungkapnya.
Untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas, pihak Pokecptcgcard tidak hanya mengandalkan lapak mingguan di CFD dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Mereka juga mendirikan toko offline yang berlokasi di kawasan Tanjung Senang (belakang Polsek) serta aktif memanfaatkan jejaring digital.
“Selain toko offline, kami rutin melakukan live streaming di TikTok dan Facebook setiap hari, serta memanfaatkan platform komunitas kolektor seperti Instagram, Pokepedia, dan Kartel,” pungkas Hasana. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda