Endang Ikhtiarti

Oleh Endang Ikhtiarti, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila
Jika kita mendengar kata Paris, tebersit di pikiran kita tentang kota seni yang sangat terkenal di dunia. Paris sangatlah terkenl dengan berbagai seninya sehingga banyak orang berwisata ke sana untuk mengagumi dan menikmati keindahan karya karya seninya.
Selain seni mode, pakaian, musik, arsitektur, disana juga banyak karya seni berupa monumen yang mengandung sejarah.
Berbagai monumen bersejarah di Paris misalnya Museum Louvre (le musee du Louvre), gerbang kemenangan (l’arc de Triomphe), Menara Eiffel (La Tour Eiffel), Katedral Notre Dame di Paris (Notre Dame de Paris), Basilica hati kudus/suci (la Basilique du Sacre Coeur), Menara Montparnasse (la tour Montparnasse), Panteon (le pantheon), Museum Orsay (le Muse d’orsay), Kapel Suci (la Sainte Chapelle), Kastil Versailles (la Chateau de Versailles), Kota Ilmu Pengetahuan (la Cite des Sciences), dan Pusat Pompidou (le Centre de Pompidou).
Tentu saja monumen tersebut mempunyai sejarah masing-masing yang dapat kita gunakan sebagai acuan untuk lebih mengenal Paris dan Prancis pada umumnya.
Berikut kita kulik sejarah monumen-monumen tersebut berserta kegunaan dan arti pentingnya.
- Museum Louvre (Le Musée de Louvre)
Museum ini merupakan salah satu bangunan seni terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-12 (1190) oleh Raja Philippe II. Museum ini digunakan untuk melindungi kota dari serangan barat dan kemudian menjadi istana kerajaan selama lebih dua abad yaitu tahun 1546 oleh Raja Prancis 1, dengan luas 72.735 meter persegi.
Kemudian pada 10 Agustus 1793 pemerintah membuka Museum Louvre untuk memamerkan karya-karya agung bangsa Prancis. Museum ini sangat digemari oleh khalayak dunia karena di dalamnya juga terdapat lukisan terkenal “Monalisa” dari pelukis terkenal dunia Leonardo Davinci.
- L’arc de triomphe
Dikenal sebagai salah satu bangunan ikonik di Paris, yang didirikan pada tanggal 18 Agustus 1808 oleh Kaisar Napoleon Bonaparte tepat pada hari ulang tahun Napoleon sendiri. Bangunan ini dibuat untuk mengenang jasa tentara yang berjuang dan gugur dalam revolusi Prancis dan untuk memperingati kemenangannya melawan musuh di Austerlitz.
Di bagian luar L’arc de triomphe terukir naman nama jenderal Prancis dengan tujuan menghormati tentara besar Prancis yang tak terkalahkan di Eropa pada waktu itu. Bangunan ini memiliki tinggi 50 meter dengan lebar 45 meter dengan kedalaman 22 meter.
- Menara Eiffel
Eiffel menjadi ikon dan simbol utama Kota Paris. Dibangun untuk mengikuti pameran umum tahun 1889 (exposition universelle) serta merupakan simbol kecerdasan dan modernitas selama abad ke- 20.
Menara tersebut dibangun oleh insinyur Gustave Eiffel pada 26 Januari 1886 dengan memakan waktu 2 tahun 2 bulan, dan memiliki tinggi 324 meter berikut dengan antena radio dan televisinya.
La tour Eiffel dewasa ini memiliki fungsi sebagai tempat penelitian ilmu pengetahuan dari puncaknya, terutama untuk mengobservasi meteorologi serta tempat pemancar radio serta televisi.
Menara ini telah menarik jutaan wisatawan setiap tahun hingga memberikan devisa yang cukup besar juga untuk Prancis.
- Katedral Notre Dame
Katedreal di Paris ini dibangun dengan gaya bangunan abad pertengahan dengan arsitektur gothic dengan ciri khas jendelanya yang besar besar dan kacanya berwarna-warni. Bangunan ini menggunakan aliran naturalisme serta banyak dihiasi dengan patung pahatan dan lonceng-lonceng gereja yang sangat besar. Katedral ini dibangun dekat dengan Sungai Seine, salah satu sungai besar dan terkenal di Paris.
Katedral ini dibangun pada tahun 1163 pada masa Uskup Maurice de Sully. Dewasa ini oleh Immanuel Macron Notre Dame de Paris difungsikan lagi sebagai gereja sejak 15 April 2024.
- Basilica Hati Kudus (la Basilique du Sacre Coeur)
Sebuah gereja katolik yang didedikasikan atau dibangun untuk hati kudus Yesus, dan dijadikan monumen nasional oleh pemerintah Prancis pada tanggal 8 Desember 2022.
Gereja ini dibangun oleh Felix Fournier, Uskup Nantes, untuk memperingati kemerosotan negara sejak revlousi Prancis serta erta untuk memperingati kekalahan Naopleon III melawan Prusia.
- Menara Montparnasse (la tour Montparnasse)
Ini adalah bangunan tertinggi ke dua di Paris setelah Menara Eiffel, dengan tinggi 210 meter. Menara itu dibangun pada tahun 1969 sampai tahun 1972. Menara ini dirancang oleh Arsitek Eugène Beaudouin, Urbain Cassan dan Louis Hoym de Marien dan dibangun oleh Campenon Bernard.
Fungsi Menara Montparnasse di Paris adalah sebagai tempat untuk melihat pemandangan kota Paris. Di lantai menara tersebut, terdapat dek observasi bernama Paris Montparnasse yang mempermudah melihat pemandangan terbaik Paris
- Panteon (le pantheon)
Ini adalah monumen simbolis di jantung Paris. Monumen terletak di quartier Latin dan berfungsi untuk memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh besar bangsa.
Pada masa revolusi Prancis, bangunan ini dialihfungsikan untuk bersembunyi para tokoh besar yang memperjuangkan kemerdekaan Prancis. Dan setelah direnovasi oleh Quincy, Pantheon kembali difungsikan menjadi gereja pada tahun 1806.
Pantheon juga menjadi tempat penyimpanan jasad para tokoh besar Republik di bawah tanah. Misalnya, Victor Hugo, Rousseau, Voltaire, Emile Zola, Emile Zola, Jean Moulin, Louis Braille, René Cassin, Victor Schoelcher, Jean Monnet, Marie Curie (wanita pertama) yang masuk ke sana, dan yang terbaru adalah Simone Veil dan Josephine Baker.
- Museum Orsay (le Muse d’orsay)
Museum Orsay merupakan bekas stasiun kereta api yang dibangun untuk keperluan pengangkutan penumpang yang mengunjungi pameran universal di Paris pada tahun 1900.
Tujuan pembangunan gedung tersebut awalnya untuk digunakan sebagai stasiun terminal rute Paris- Orleans. Kala itu gedung tersebut disebut Gare d’Orsay.
Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Bernama Victor Laloux. Stasiun ini ditutup pada 1939, kemudian ditetapkan sebagai sebuah monumen bersejarah dan cagar budaya pada tahun 1978.
Setelah itu dibuka kembali sebagai museum pada Desember 1986. Di ruang utama museum terdapat sebuah jam besar yang masih berfungsi.
Di dalamnya banyak koleksi lukisan impresionisnya yang bagus. Musée d’Orsay menyimpan banyak lukisan terkenal dari para pelukis terkenal dunia, misalnya, Monet, Manet, Pissarro, Morisot, dan Renoir.
- Kapel suci (la Sainte Chapelle)
Ini dulunya adalah sebuah kapel kerajaan Katolik bergaya Gothik, terletak di Palais de la Cité Paris. Pada abad pertengahan kapel suci ini merupakan tempat kediaman Raja Prancis hingga abad ke-14.
Bangunan berlantai dua ini berfungsi sebagai tempat ibadah orang Katolik. Sainte-Chapelle merupakan simbol agama dan keluarga kerajaan pada masa revolusi Prancis.
Namun kemudian Kapel diubah fungsinya menjadi gudang biji-bijian, pahatan, serta lambang kerajaan. Sainte-Chapelle adalah salah satu bangunan paling awal dari kerajaan Capetian di ile de la Cité.
Meskipun sudah rusak selama revolusi Prancis, sudah diperbaiki pada abad ke-19. Di Saint Chapelle ada koleksi kaca patri abad ke-13 yang paling lebar di dunia.
Sekarang Sainte-Chapelle bukan lagi sebuah gereja, namun digunakan sebagai Pusat Monumen Nasional Prancis. Sainte-Chapelle mempunyai peranan penting di bidang politik dan budaya Raja Louis sampai ke penerus keturunannya.
Sainte Chapelle adalah harta karun Paris dan menjadi jantung Paris. Raja Louis IX membangunnya pada pertengahan abad ke-13 untuk menampung koleksi peninggalan berharganya.
Dan untuk menyelesaikan bangunan tersebut butuh waktu tujuh tahun. Koleksinya meliputi Mahkota Duri, yang diyakini dipakai oleh Yesus Kristus pada saat penyalibannya di bukit Golgota dan masih ada sekitar 30 item peninggalan yang di dalamnya.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah pada abad ke-13, Raja Louis IX membangun Sainte-Chapelle untuk menyimpan benda-benda suci umat Kristiani.
Sainte Capel dibangun dengan gaya arsitektur gothic dengan menara yang tinggi, lengkungan runcing, dan langit-langit bergaris. Jendela kaca patrinya berwarna-warni. Misalnya warna biru cerah, merah, dan emas.
Tampak seperrti ruangan dengan cahaya surgawi, membuat pengunjung jatuh cinta dengan keindahan pengerjaannya.
- Istana Versailles atau Château de Versailles
Bangunan ini berjarak 19 kilometer arah barat Paris. Louis XIII dulu membangunnya pada tahun 1623 sebagai pondok singgah perburuan.
Kemudian bangunannya diperluas dan dijadikan istana secara bertahap dari tahun 1661 hingga 1715.
Bangunan tersebut menjadi lokasi favorit raja ini pada tahun 1682 dan menjadi ibu kota Prancis secara de facto.
Setelah pusat pemerintahan dipindah ke Versailles. Kondisi ini berlangsung sampai pada masa kekuasaan Louis XV dan Lous XVI.
Mereka tidak banyak memugarnya, tapi hanya melakukan perubahan terhadap interiornya saja. Namun, pada tahun 1789, keluarga kerjaan memindahkan ibu kota Prancis ke Paris.
- Cité des Sciences et de l’Industrie
Bangunan yang dikenal sebagai CSI ini adalah museum sains terbesar di Eropa yang berlokasi di Paris. Museum ini terletak di Parc de la Villette dan merupakan salah satu pusat kebudayaan Prancis untuk sains, teknologi, dan industri.
Tujuan dibangun museum ini adalah untuk menyebarkan pengetahuan ilmiah dan teknis di kalangan masyarakat, khususnya bagi kaum muda. Beberapa atraksi yang terdapat di museum ini, di antaranya planetarium, kapal selam (argonaute), teater IMAX (La Géode), dan area khusus untuk anak-anak dan remaja.
CSI didirikan tahun 1986 dengan misi utama untuk membuat ilmu pengetahuan dapat diakses oleh semua orang dan menginspirasi kekaguman akan kemajuan teknologi pada anak-anak dan remaja.
Atas prakarsa Presiden Valéry Giscard d’Estaing, lokasi yang dipilih untuk proyek menggabungkan pendidikan dan hiburan ini adalah Parc de la Villette, sebuah area luas yang terletak di dekat jalan lingkar Paris.
- Pusat Pompidou (le Centre de Pompidou/ Centre Georges Pompidou)
Dibangun pada pada 1971 sampai tahun 1977. Di sana ada perpustakaan Museum National d’Art Moderne yang terbuka untuk umum, serta dan IRCAM , pusat penelitian untuk music dan akustik.
Nama itu diambil dari George Pompidou, presiden Prancis yang menjabat pada kurun 1969 hingga 1974. Dan gedung ini dibuka untuk umum pada 31 Desember 1977. []

Tinggalkan Komentar Anda