Tanggamus

Mahasiswa Universitas Malahayati Inisiasi Bank Sampah di Desa Tanjung Kurung Wonosobo Tanggamus

Mahasiswa Universitas Malahayati Inisiasi Bank Sampah di Desa Tanjung Kurung Wonosobo Tanggamus

Mahasiswa Universitas Mlahayati

Wartalampung.id, Tanjung Kurung – Mahasiswa KKL-PPM Kelompok 38 Universitas Malahayati melaksanakan program Aruna (Arah dan Tata Desa untuk Lingkungan Lestari) di Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, baru-baru ini.

Program ini berfokus pada penataan desa dan pengelolaan lingkungan melalui pemasangan plang penunjuk arah serta penyediaan bank sampah ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemasangan plang penunjuk arah di titik-titik strategis desa. Plang tersebut didesain dengan konsep modern dan estetik agar memudahkan mobilitas warga maupun pengunjung.

Selain itu, tim KKL-PPM bersama masyarakat juga membangun bank sampah dari bahan bambu sebagai sarana pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan dan terjangkau.

Ketua Kelompok 38 KKL-PPM Universitas Malahayati, Yoneska, menjelaskan, program ini menjadi simbol kontribusi nyata mahasiswa dalam menciptakan lingkungan desa yang sehat dan tertata.

Ia mengatakan, Aruna hadir untuk menjawab kebutuhan desa akan fasilitas penunjuk arah dan pengelolaan sampah.

”Kami berharap dengan adanya plang dan bank sampah ini, desa Tanjung Kurung lebih nyaman, bersih, dan memiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Tanjung Kurung, Efendi, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa.

Ia menilai, program ini sangat bermanfaat. Selain membantu warga lebih mudah menemukan lokasi, keberadaan bank sampah juga mendorong masyarakat lebih peduli menjaga kebersihan.

”Kami berkomitmen untuk merawat fasilitas ini secara berkelanjutan,” katanya.

Program Aruna dirancang untuk berkelanjutan dengan melibatkan warga dalam perawatan plang serta pengelolaan bank sampah.

Dengan adanya program ini, Desa Tanjung Kurung diharapkan semakin tertata, bersih, dan sehat. Lingkungan yang lestari akan mendukung kualitas hidup warga sekaligus menjadi langkah nyata dalam pencegahan masalah kesehatan seperti stunting.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok ini adalah Dewi Fadilasari dengan Yoneska sebagai ketua kelompok.

Adapun anggota terdiri dari Garin Alfidian Tamzil, Soleh Hudin, Ahmad Reza Safety, M Deo Alfachri, Muhamad Delvis Iqbal Fauzi, Maya Novita Sari, Eka Desmita, Putri Riska Pratama Handayani, Azzahra Cahya Kirana, Jilan Sepriani, Tiara Susti, Indah Putri Solihah, Indira Marvilia, Ulfatul Khoiriyah, Diva Arsynta Virginia, Leni Simarmata, Anes Fitria Islami, Nitra Syafa Irzika, M Raki Pandita, dan Cut Clara Zahira. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda