Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia di Atma Jaya. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Yogyakarta – Tujuh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia sebentar lagi merampungkan program pertukaran pelajar di kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) beberapa waktu lalu. Ini adalah bagian program Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek bertajuk Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Selain kuliah, ada beberapa catatan penting yang dilakukan mahasiswa Teknokrat di sana.
- Mahasiswa Teknokrat disambut dalam gala Welcoming Ceremony di Auditorium Gd. Thomas Aquinas UAJY
- Mahasiswa UTI sejak November telah mengikuti program perkuliahan luring secara terbatas di UAJY
- Mahasiswa UTI mengikuti Modul Nusantara Mengenal Kesenian Tradisional Yogyakarta seperti wayang kulit dan gamelan Yogyakarta
- Setelah mengenal ragam tradisional kesenian Yogyakarta, mahasiswa UTI juga mengikuti Study Tour Candi Prambanan Yogyakarta dan mempelajari sejarah warisan budaya Indonesia tersebut
- Mahasiswa UTI juga sempat berkunjung ke objek wisata Batu Alien Merapi Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Pengalaman-pengalaman ini dapat mengembangkan karakter, kecintaan tanah air, toleransi bagi para mahasiswa kita hingga akhirnya meraih kesuksesan di masa mendatang, sesuai dengan tujuan program Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.
Berikut tujuh mahasiswa peserta Pertukaran Merdeka Belajar Universitas Teknokrat Indonesia yang melaksanakan perkuliahan secara luring di UAJY.
Pertama, Akbar Hamongangan Lubis dari Program Studi S1 Sistem Informatika. Ia mengambil jumlah sistem kredit semester (SKS) sebanyak 10 SKS dengan mata kuliah Pemrograman Web, Pemikiran Desain dan Kreativitas, Dasar Multimedia, Modul Nusantara dan mata kuliah yang diambil di UTI 10 SKS dengan mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak, Pemrograman Mobile, Pemrograman Web dan Game Desain.
Akbar mengatakan, dengan mengikuti ini, ia merasakan kesan yang menyenangkan. Khususnya untuk program pertukaran bisa kuliah di beda kampus dan bertemu teman-teman dari berbagai kampus di Indonesia. Akbar menyandang IPK 3,42.
Kedua, Mauliana, mahasiswa Program Studi S1 Informatika. Ia mengambil 22 SKS mata kuliah sebagai berikut Masyarakat Digital, Komunikasi Interpersonal, Pemikiran Design dan Kreativitas, Administrasi Basis Data, Kecerdasan Bisnis.
Dengan adanya program kampus merdeka ini, ia bisa ketemu teman baru bisa tahu kebudayaan baru dan di UAJY dipelajari mengenal keanekaragaman budaya. Dari mulai Yogyakarta sampai toleransi maupun akulturasi budaya dan agama yang kuat di Yogyakarta. Mauliana mempunyai IPK 3,24.
Ketiga, Nico Dwi Hidayah, mahasiswa Program Studi S1 Informatika. Ia menempuh 3 mata kuliah Pemograman Mobile, Pemrograman Web, Desain Game. Sedangkan mata kuliah di UTI Rekayasa Perangkat Lunak, Sosio Informatika dan Profesionalisme, Teknopreneurship, Etika Profesi dan Grafika Komputer.
Nico pernah meraih juara I Bridge Seleksi Liga Bridge Mahasiswa Nasional se-Sumatara Bagian Selatan, juara IV Liga Bridge Mahasiswa Nasional di Jakarta, dan juara III Bridge di UGM. Nico punya IPK 3.14.
Keempat, Ekawasti Januarsi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi. Ia di UAJY dengan mata kuliah 14 SKS sudah termasuk dengan mata kuliah Modul Nusantara adalah Sistem Informasi Akuntansi, Praktik akuntansi, Akutansi Keuangan Lanjutan, dan Pengauditan. Dan di UTI dengan 8 SKS mata kuliah Akuntansi Internasional, Pajak dan Sistem Informasi Manajemen dengan IPK 3,74.
“Dalam mengikuti program ini, saya semakin banyak kenalan dan teman untuk diskusi. Bertemu dengan orang baru belajar untuk tetap membawa nama baik almamater. Dan dari program ini juga saya mengerti bahwa ada beberapa sistem yang belum saya pelajari,” ujarnya.
Kelima, Elda Tri Ayuningsih dari Program Studi S1 Akuntansi. Ia memiliki IPK 3.81. ia mengikuti perkuliahan dengan 12 SKS yang meliputi Praktik Akuntansi, Pengauditan I, Sistem Informasi Akuntansi, Akuntansi Keuangan Lanjutan, sedangkan 8 SKS di UTI.
Kesannya dalam mengikuti program pertukaran mahasiswa ini sangat menyenangkan. Ia bisa bertemu dengan dosen dan teman-teman mahasiswa dari kampus tujuan dan dari berbagai universitas lainnya.
“Saya juga bisa mempelajari adat dan budaya dari daerah mahasiswa lainnya, mulai dari bahasa dan tata krama,” kata dia.
Keenam, Helena Cynthia Agustin dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan. SKS yang ia ambil di Universitas Teknokrat Indonesia ada 4 dan di Universitas Atmajaya ada 10.
Untuk mata kuliah yang diambil di Universitas Teknokrat yaitu Academic Presentation dan Introduction to Literary Study.
Untuk mata kuliah yang diambil di Universitas Atma Jaya yakni Modul Nusantara, Bahasa Inggris Hukum, Bahasa Inggris Akademik, Bahasa Inggris Umum, dan Komunikasi Interpersonal. IPK terakhirnya 3,36.
Ketujuh, Aprilian Paramita. Ia ambil mata kuliah dari UAJY 10 SKS yakni Bahasa Inggris Hukum, Bahasa Inggris Akademik, Bahasa Inggris Umum, Komunikasi Interpersonal dan Modul Nusantara. Sedangkan mata kuliah yang di UTI 4 SKS. Kata Aprilian, ia mendapat banyak pengalaman ketika ikut program ini.
Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM menambahkan, kampus Teknokrat merasa bangga karena mahasiswa terbaiknya menjalani pertukaran dengan kampus ini.
Ia ingin mahasiswa yang menjalani pertukaran ini bisa beradaptasi dengan budaya setempat. Selain itu, mengambil pengetahuan baru di kampus.
Ia meminta semua mahasiswa yang sedang menjalani program ini tidak sungkan dalam membangun komunikasi dan kerja sama.
Dengan begitu, harapan bahwa pertukaran mahasiswa ini berjalan optimal akan terwujud. [Sugiono]
