Mahasiswa KKN Unila di Desa Bumi Baru, Way Kanan. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Blambangan Umpu – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) periode I 2024 telah berhasil membuat program inovasi biopori yang berguna dalam mengatasi sampah rumah tangga.
Sampah merupakan salah satu permasalahan utama yang terjadi di Desa Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.
Kegiatan tersebut diadakan di halaman samping balai desa yang terhubung langsung dengan lokasi lahan tanaman pada Kamis, 1/2/2024.
Muhammad Raihan Aulia (Teknik Sipil 21) selaku koordinator desa Kampung Bumi Baru, mengungkapkan, inovasi biopori ini dilakukan dalam rangka menangani permasalahan utama yang terjadi di Desa Bumi Baru yang masih kurang dalam penanganan sampah dan terjadinya penumpukan sampah yang berlokasi di halaman depan rumah warga sekitar dan menyebabkan polusi yang cukup menganggu.
”Inovasi biopori merupakan program yang tepat dalam mengatasi permasalahan sampah di lingkungan Desa Bumi Baru ini. Program ini bertujuan untuk mengolah limbah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik yang di tampung di dalam suatu tempat lubang yang kemudian dialirkan melalui lubang-lubang kecil sebagai pupuk tanaman,” ujar Raihan.
Inovasi biopori ini adalah alat yang digunakan sebagai bentuk pengolahan sampah masyarakat dan sampah pasar yang menjadi polusi udara dan polusi lingkungan sekitar. Pembuatan biopori ini menggunakan pipa dengan ukuran panjang 50 cm, dan diberi lubang kecil sebagai resapan air dan selanjutnya di tanam sejajar dengan tanah.
Elvia anggraini (Teknologi Industri Pertanian 21) selaku penanggung jawab memaparkan dalam proses pembuatan biopori ini tidak terlalu memiliki kendala yang berarti, dan inovasi biopori ini harus ditanam di dalam tanah dengan tujuan agar sampah yang dimasukkan ke dalam pipa tersebut bisa terurai dengan bakteri yang ada di dalam tanah.
”Dalam proses pembuatan tidak terlalu memiliki kendala yang berarti hanya saja mungkin dalam membuat lubang kecil pada pipa harus menggunakan alat yang sesuai. Pipa harus ditanam di dalam tanah untuk mempermudah proses penguraian sampah yang dibantu oleh bakteri yang terdapat di dalam tanah,” jelas Elvia.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari warga sekitar, dengan banyaknya para warga, kepala dusun, dan aparatur desa yang turut membantu dalam proses pengerjaan program kerja ini.
Serta apresiasi dari warga juga didapatkan dari kegiatan ini, salah satunya dari bapak Joni Irawan selaku Kepala Desa Bumi Baru. Joni berharap ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat bagi warga setempat.
”Saya bangga dan mengapresiasi kinerja mahasiswa KKN Unila yang telah berhasil membuat program inovasi dan semoga nantinya program inovasi ini akan bermanfaat untuk warga setempat,” ujar Joni.
Adapun anggota kelompok KKN periode 1 2024 di Desa Bumi Baru beranggotakan Muhammad Raihan Aulia (Teknik Sipil 21), Fiqih Hakim Oktamadhani (Ilmu Hukum 21), Gita Safitri (Ekonomi Pembangunan 21), Halida Khairiyah (Akuntansi 21), Riezky Sukma Abiastuti (Hubungan Internasional 21), Elvia Anggraini (Teknologi Industri Pertanian 21), dan Alya Shafira Listy (Ilmu Hukum 21). [Gita Safitri]

Tinggalkan Komentar Anda