Bandar Lampung

Mahasiswa KKN Tematik UIN Raden Intan Lampung Bikin 100 Lubang Biopori di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung dan Sekitarnya

Mahasiswa KKN Tematik UIN Raden Intan Lampung Bikin 100 Lubang Biopori di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung dan Sekitarnya

Mahasiswa KKN Tematik Mengajar UIN Raden Intan Lampung

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang tergabung dalam Kelompok KKN Tematik Mengajar 154 PPL 69 mengadakan Gerakan 100 Biopori untuk Lingkungan Sehat.

Acara diadakan pada 25 Juli-30 Agustus 2025 di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung dan lingkungan rumah guru.

Kepada wartalampung.id, ketua kelompok Ihsan Ramadhandi mengatakan, pihaknya mengadakan kegiatan ini dilatarbelakangi permasalahan sampah organik dan genangan air yang sering menjadi isu di lingkungan sekolah maupun permukiman sekitar.

Untuk mengatasi hal tersebut, mereka mengadakan kegiatan pembuatan 100 lubang biopori. Biopori dipilih karena sederhana, murah, ramah lingkungan, serta bermanfaat untuk menyerap air hujan dan menjaga kesuburan tanah.

Kegiatan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 25 Juli hingga akhir Agustus 2025.

Pembuatan lubang biopori

Lokasi utama adalah halaman dan lingkungan SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung, kemudian diperluas ke lingkungan sekitar sekolah dan rumah para guru.

Kata Ihsan, lubang biopori dibuat dengan diameter sekitar 10 cm dan kedalaman 80–100 cm. Alat yang digunakan sederhana, yaitu linggis dan bor tanah manual. Proses ini dilakukan secara bergotong royong antara mahasiswa

Kepala sekolah setempat ikut langsung dalam proses pembuatan biopori. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekolah.

Setelah pembuatan biopori di sekolah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan biopori di sekitar rumah guru.

Hal ini bertujuan agar manfaat biopori tidak hanya dirasakan di sekolah, tetapi juga di lingkungan sekitar tempat tinggal guru.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, guru, dan siswa. Mereka menyambut baik karena lingkungan menjadi lebih sehat, bebas genangan air, dan lebih hijau.

Guru-guru juga merasa terbantu karena kegiatan ini memberi solusi sederhana untuk menjaga lingkungan sekitar rumah mereka.

Ihsan menegaskan, kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian kampus, melainkan juga wujud kepedulian terhadap masa depan lingkungan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda