5 mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mengikuti LKMM-TM) Wilayah LLDIKTI II. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebanyak 5 mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mengikuti kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Wilayah LLDIKTI II secara luring di Hotel Radisson, Kamis-Sabtu, 24-26 Juni 2021.
Mereka yang ikut adalah Rudi Iqbal Anwar (19411181, Manajemen), Ardia Gita Pramesti (18312159, Informatika), Dinda Titian Lestari (18312217, Informatika), Fitri Yeni Gunasari (18312202, Informatika), dan Deva Dian Ardana (17312184, Informatika).
Wakil Rekor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengatakan, latihan keterampilan manajemen ini penting diikuti. Sebab, dalam pelatihan ini banyak materi yang berguna yang bisa diaplikasikan dalam organisasi. Selain itu, pelatihan ini juga akan meningkatkan kemampuan individu mahasiswa dalam mengelola diri sendiri untuk kebutuhan belajar dan sosialisasi di masyarakat.
Mahathir menjelaskan, pelatihan bergengsi ini hendaknya diikuti dengan baik dan sampai tuntas. Dengan harapan, lima mahasiswa yang menjadi peserta ini akan mampu mentransfer pengetahuan itu kepada rekan mereka di kampus.
Mahathir menginginkan, ada perubahan nilai dari mereka yang menjadi peserta. Tentunya, ujar dia, menjadi lebih baik dalam segala hal.
Pola kepemimpinan era milenial, ujar dia, sangat berbeda dari beberapa tahun yang lampau. Kini, pendekatan teknologi sangat penting untuk menjalankan roda organisasi.
Selain itu, mesti didorong agar lebih kreatif dan inovatif. Sebab, untuk mengajak sebanyak mungkin orang dalam kegiatan organisasi tidak mudah. Butuh pendekatan khusus.
Selain itu, sivitas akademika juga berharap ada terobosan yang akan dilakukan usai kelima peserta ini selesai mengikuti pelatihan. Kampus, ujar Mahathir, berharap kelima peserta ini akan menjadi trainer di kampus untuk berbagi pengalaman.
Mahathir bilang, kehidupan organisasi kampus juga didorong untuk lebih variatif dalam berkegiatan. Hal ini akan mendorong banyak mahasiswa mengikuti organisasi di kampus.
Ikut organisasi, kata dia, mesti juga mendorong setiap orang aktif di dalamnya. Tidak hanya pasif menjalankan program, tapi mempunyai ide baru dalam menata program ke depan. Sehingga, kegiatan yang dilakukan memang yang benar-benar dibutuhkan warga kampus. [Sugiono]
