Bisnis

Lampung Financial Festival Dibuka Besok di Hotel Novotel, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Dijadwalkan Hadir

Lampung Financial Festival Dibuka Besok di Hotel Novotel, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Dijadwalkan Hadir

Lampung Financial Festival. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendorong peningkatan literasi masyarakat Lampung mengenai program penjaminan simpanan serta peran LPS.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan yang dikemas secara santai dengan memadukan edukasi dan hiburan. Kegiatan bertajuk Lampung Financial Festival akan dibuka besok di Hotel Novotel.

acara menghadirkan sejumlah tokoh, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta.

Kegiatan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Novotel Bandar Lampung dan terbuka untuk masyarakat umum.

Selain edukasi, kegiatan juga akan dimeriahkan oleh artis Ibu Kota Raffi Ahmad, yang juga merupakan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan, Aktris Nagita Slavina.
Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dapat melakukan registrasi secara daring (online) maupun datang langsung ke lokasi acara.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan Lampung menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena tingkat literasi masyarakat terkait penjaminan simpanan masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Menurut survei terakhir yang kami lakukan bersama dengan BPS, literasi masyarakat terhadap penjaminan simpanan mencapai sekitar 62 persen. Namun, pengetahuan responden terhadap LPS masih jauh lebih rendah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara nasional sekitar enam dari 10 masyarakat telah mengetahui adanya program penjaminan simpanan. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai LPS sebagai lembaga yang menjalankan program tersebut masih lebih rendah.

“Secara nasional, 62 persen masyarakat mengetahui adanya penjaminan simpanan. Artinya, sekitar enam dari 10 orang sudah mengetahui bahwa dana masyarakat di bank dijamin. Tetapi yang lebih rendah dari ekspektasi kami, hanya sekitar empat dari 10 orang yang mengetahui LPS,” katanya.

Menurut Anggito, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara literasi masyarakat mengenai penjaminan simpanan dengan pengetahuan tentang LPS.

“Lampung termasuk yang masih di bawah rata-rata nasional. Karena itu, kami datang ke sini untuk mendukung kegiatan peningkatan literasi mengenai program penjaminan dan pengetahuan mengenai LPS,” ujarnya.

LPS, lanjutnya, tidak hanya melakukan edukasi secara langsung, tetapi juga memiliki sejumlah program yang menyasar daerah dengan tingkat literasi yang dinilai masih rendah.

“Kalau secara populasi dan kondisi sosial ekonominya seharusnya pengetahuannya lebih tinggi, tetapi hasil surveinya justru di bawah rata-rata. Maka kami fokus ke daerah-daerah seperti itu,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, LPS turut memasukkan materi edukasi mengenai penjaminan simpanan dan kelembagaan LPS. Namun, pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan diserahkan kepada pihak Trans.

Anggito menilai pendekatan yang memadukan edukasi dengan hiburan menjadi salah satu cara menarik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

“Angle yang cukup menarik adalah kombinasi antara edukasi dan hiburan. Kami berharap masyarakat mendapatkan informasi mengenai LPS dengan cara yang lebih ringan dan mudah diterima,” katanya.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, LPS akan melakukan survei lanjutan setelah acara berlangsung. Survei tersebut rencananya dilakukan sekitar satu minggu setelah kegiatan dengan melibatkan lembaga independen dari perguruan tinggi.

“Kami punya KPI. Setelah kegiatan ini, kami akan melakukan survei kembali untuk melihat seberapa besar manfaat dari acara ini. Seminggu setelahnya, kami meminta lembaga independen di kampus untuk melakukan survei,” ujarnya.

Hasil survei tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi LPS dalam mengukur peningkatan literasi masyarakat Lampung.

“Kami berharap setelah kegiatan ini, tingkat literasi masyarakat Lampung bisa meningkat. Itu yang menjadi target kami,” pungkasnya. [Sugiono]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda