Abdul Hakim (empat kanan) dan Kadis Parekraf Lampung Bobby Irawan (empat kiri). | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Wakil Ketua Komite III DPD RI asal Lampung Abdul Hakim berusaha menjadikan Lampung sebagai salah satu destinasi wisata prioritas nasional. Itu Hakim sampaikan hari ini kala kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lampung.
Tujuan Hakim dan entitas Komite III DPD RI adalah mencari masukan untuk materi RUU Perubahan UU tentang Pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Lampung Bobby Irawan menyambut baik kunjungan kerja Wakil Komite III DPD RI Abdul Hakim hari ini. Sebab, ini bisa menjadi momentum untuk membangun pariwisata.
Menurutnya, membangun pariwisata membutuhkan kebijakan dari pusat. Ia juga menyambut baik adanya RUU tentang Pariwisata.
Bobby mengatakan, pihaknya menyampaikan beberapa masukan dalam ranah kebijakan. Misalnya, meminta Lampung menjadi destinasi wisata yang prioritas.
Ia sangat berharap jika Lampung menjadi destinasi wisata prioritas karena mempunyai beragam destinasi yang sangat bagus dan berkelas. Bukan hanya nasional, melainkan juga bahkan dunia.
“Artinya Lampung ini sangat layak dijual,” kata Bobby.
Ia berkeyakinan, destinasi wisata Lampung banyak peminatnya. Contohnya pantai di Pesisir Barat yang menarik minta turis mancanegara.
“Kita punya Pesisir Barat dengan keunggulan surfing-nya. Ombaknya luar biasa, di sana banyak turis dari Australia,” ujarnya.
Kemudian, kata dia, pantai di Lampung banyak dihiasi pemandangan gunung. Semuanya itu sangat layak untuk dikunjungi turis domestik dan mancanegara.
Menurutnya, keunggulan lain, Lampung memiliki letak geografis yang sangat dekat dengan Jakarta, Bandung, dan Bogor. Hal ini yang menjadi dasar agar bisa didorong sebagai destinasi prioritas tingkat nasional.
Sementara itu, terkait kunjungan wisata di Lampung, kata Bobby, pada tahun 2019 berjumlah 10,5 juta. Kemudian menurun menjadi 2,5 juta disebabkan pandemi covid.
Kemudian mulai merangkak naik pada 2022 menjadi 4,5 juta, kemudian naik pada tahun 2023 menjadi 10,26 juta.
Kenaikan ini, kata dia, melebihi target saat pada saat rapat. Jika diakumulasi dengan kunjungan wisata pada Natal dan tahun baru berjumlah 14 juta yang didominasi pelancong Sumatera Selatan.
Ia berkeyakinan, pada 2024 ini, akan lebih banyak lagi turis yang datang ke Lampung dengan dibukanya penerbangan Lampung-Bali dan Lampung-Yogyakarta.
Dia menargetkan, kunjungan wisata di Lampung pada 2024 diperkirakan 16-17 juta. [Sugiono]

Tinggalkan Komentar Anda