Politik

Kuliah Pranikah Rumah Keluarga Indonesia PKS Lamsel, Detti Febrina: Kesamaan Visi Jadi Modal Utama

Kuliah Pranikah Rumah Keluarga Indonesia PKS Lamsel, Detti Febrina: Kesamaan Visi Jadi Modal Utama

Kuliah pranikah RKI DPD PKS Lamsel

Wartalampung.id, Kalianda – Kuliah pranikah bertajuk “Ready to Marry? Yuk, Kenali Peran Suami & Istri!” yang diselenggarakan oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI) DPD PKS Lampung Selatan telah berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons yang sangat baik dari para peserta.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Jumat (16/10), pukul 19.00–21.00 WIB, ini diikuti oleh kurang lebih 80 peserta.

Peserta terdiri dari kakak-kakak yang belum menikah dan sedang mempersiapkan diri menuju pernikahan, serta pasangan yang telah menikah dengan rentang usia pernikahan 0–5 tahun.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua DPD PKS Lampung Selatan dan Ketua Bipeka DPD PKS Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, keduanya mengawali kegiatan dengan harapan agar kuliah pra nikah ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para peserta untuk mempersiapkan diri membangun keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Kegiatan ini menghadirkan Detti Febrina sebagai narasumber yang membawakan materi seputar kesiapan menikah serta pentingnya memahami peran suami dan istri dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa menikah bukan sekadar mencari pasangan, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi pasangan yang baik.

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan seseorang yang cocok, melainkan tentang membangun kecocokan melalui proses saling memahami, menerima, dan bertumbuh bersama.

ia juga menekankan bahwa kesamaan visi merupakan salah satu modal utama dalam membangun rumah tangga.

Dengan visi yang sejalan, pasangan akan lebih mudah menentukan arah kehidupan keluarga, menyelesaikan perbedaan, serta menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan pernikahan.

Selain itu, komunikasi yang sehat menjadi hal penting yang perlu terus dibangun oleh suami dan istri.

Melalui komunikasi yang baik, pasangan dapat saling memahami perasaan, menyampaikan harapan, dan menemukan solusi bersama sehingga tercipta kehidupan rumah tangga yang nyaman dan harmonis.

Menutup penyampaiannya, narasumber memberikan pesan kepada seluruh peserta.

Bagi yang belum menikah, ia mengajak untuk terus mempersiapkan diri, baik secara mental, emosional, maupun pemahaman tentang kehidupan pernikahan, sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup.

Sementara itu, bagi peserta yang telah menikah, khususnya pasangan dengan usia pernikahan 0–5 tahun, Detty mengajak untuk senantiasa melakukan perbaikan, terutama dalam membangun komunikasi yang lebih baik dengan pasangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pernikahan, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa membangun keluarga membutuhkan kesiapan, komitmen, kesamaan visi, dan kemauan untuk terus belajar bersama.

Karena pernikahan bukan tentang mencari seseorang yang sempurna, melainkan tentang dua orang yang bersedia terus memperbaiki diri dan bertumbuh bersama dalam kebaikan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda