Vina Qurrota Akyuningrum. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Missouri – Vina Qurrota Akyuningrum menyempatkan diri menulis sebuah buku tentang Amerika Serikat. Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia itu memang sedang kuliah satu semester di Negeri Paman Sam.
Tepatnya di University Central of Missouri. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahannya, Vina masih menyempatkan menyalurkan hobi lamanya, menulis.
Ia bahkan sudah ketemu judul yang pas. Kepada wartalampung.id, ia bercerita, buku yang ia tulis hendak diberi judul Cinta Bersemi di Namsan Tower.
Buku yang ia tulis itu fiksi berjenis novel. Vina sejak dulu memang termasuk aktif menulis. Novel ini ia cicil satu halaman demi satu halaman di sela aktivitasnya yang lumayan padat.
Vina tidak ingin membiarkan satu detik pun waktunya terbuang. Selain kuliah, berbincang dengan teman-teman kuliahnya dari beragam negara, mengunjungi perpustakaan dan objek wisata lainnya, ia juga masih menjaga literasinya.
Maklum, Vina juga tercatat sebagai Duta Bahasa Provinsi Lampung. Selain kecakapan bahasa Inggrisnya yang bagus, penguasaan bahasa Indonesianya baik lisan maupun tulisan memang tidak diragukan lagi.
Novel ini ia rencanakan diterbitkan penerbit mayor label. Dengan begitu, sasaran pangsa pasanya lebih besar. Namun, Vina belum memfokuskan ke situ. Ia ingin menjalani masa kuliahnya ini dengan baik dan menorehkan hasil studi yang gemilang.
Vina juga belum memberi tahu keseluruhan ide cerita. Ia hanya menjelaskan kisi-kisinya. Intinya, ujar dia, bukunya tentang novel kehidupan.
Selain itu, Vina juga tertarik dengan buku bertema pengembangan diri atau self improvement. Ia menilai, buku semacam itu penting ditulis karena akan dibutuhkan generasi milenial untuk memotivasi dan meyakinkan diri mencapai cita-cita.
Vina mengatakan, generasi milenial perlu terus dibangkitkan cita-cita besarnya. Generasi muda harus menjaga mimpinya dan berusaha untuk merealisasikannya.
Wakil Rektor Universitas Teknorat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengatakan, pihak kampus mengapresiasi kultur menulis Vina. Meski studi di luar negeri dengan seabrek aktivitas, Mahathir memuji keterampilan yang dimiliki Vina.
Mahathir ingin, novel Vina kelak benar-benar bisa terealisasi. Sehingga pembaca di Tanah Air bisa membaca intisari novel itu. Ia juga senang Vina mempunyai pemikiran untuk menulis buku yang bertema pengembangan diri. Sebab, hal ini akan berdampak positif kepada mereka yang membaca.
Mahathir menyatakan, kampus mendukung penuh semua aktivitas mahasiswa yang bisa mendorong kemajuan bagi daerah, bangsa, dan negara. Dan ia meyakini Vina mampu menjadi pemantik bagi generasi muda untuk terus berkiprah di beragam ranah kehidupan. []
