Politik

KPU Bandar Lampung Sosialisasikan PKPU 9 Tahun 2022

KPU Bandar Lampung Sosialisasikan PKPU 9 Tahun 2022

Dedy Triyadi.| Fitri Amalia

Dedy Triyadi.| Fitri Amalia

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Salah satu tolok ukur dalam keberhasilan pemilu yaitu sejauh mana kita bisa mensosialisasikan tahapan pemilu yang langsung bersentuhan kepada publik mulai dari kegiatan sosialisasi, literasi, maupun pendidikan pemilih. Demikian disampaikan Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triyadi dalam sosialisasi PKPU 9 Tahun 2022 di Swiss Belhotel, Kamis, 8/12/2022.

Ia mengatakan, pada pilkada tahun 2020 partispasi pemilih 69%. Angka ini mengalami kenaikan 3% jika dibandingkan pilkada 2015 yang hanya 66%.

Dalam materinya, ia menjelaskan ada tiga klaster yang terlibat dalam sosialisasi, yakni pendidikan pemilih, pemantauan pemilihan, dan survei/ jajak pendapat.

Pendidikan pemilih ini, kata dia, merupakan proses penyampaian informasi pemilu untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemilih.

Ia berujar, terkait pendidikan pemilih, targetnya adalah membuat pemilih itu bisa menentukan pilihannya secara mandiri dan menggunakan hak pilihnya tanpa adanya tekanan.

Ia juga mengatakan, tujuan partisipasi masyarakat dilakukan dengan menyebarluaskan informasi pemilu/pemilihan, meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban dalam pemilu.

Meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu dan pemilihan sebagai yang tercantum dalam pasal 3.

Masyarakat bukan hanya sebagai objek, melainkan subjek sebagai pemilih dan terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan.

Ia juga menambahkan ada 8 yang menjadi target pendidikan pemilih dalam sosialisasi ini.

Mereka adalah pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, marginal, komunitas, kelompok keagamaan, dan warga internet.

“Kami melakukan pendidikan pemilih bukan sekadar menolak politik uang, tapi politik uang itu memengaruhi pilihan hatinya dan memengaruhi terhadap pemimpin yang terpilih,” kata dia.

Ia berharap tingkat partisipasi bukan hanya tinggi, melainkan berkualitas. [Fitri Amalia, Reporter Magang Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Intan Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda