Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triyadi. | Adian Saputra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pemilih pemula di Bandar Lampung diajak untuk menolak politik uang jelang pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung 9 Desember mendatang.
Pemilih pemula diminta mengedepankan logika dalam memilih berdasar rekam jejak, visi, misi, dan program-program yang ditawarkan tiga pasangan calon yang akan berlaga pada pilkada.
Baca : Aktivis Cerdas Ingatkan Kepala Daerah Sejahterakan Warga Bandar Lampung
Jika pemilih pemula terjebak pada politik uang, itu sama halnya dengan mencederai demokrasi.
Demikian disampaikan Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triyadi saat menjadi narasumber sosialisasi tahapan pilkada gelaran Relawan Demokrasi Basis Pemilih Pemula KPU setempat di Kafe El Biruni, Rabu, 25 November 2020.
Dedy mengatakan, ada 35 persen calon pemilih yang belum menentukan pilihan menjelang hari H pilkada. Segmen ini termasuk kalangan pemilih pemula. Dengan angka sebesar ini, pemilih pemula berpeluang menjadi kunci dari hasil pilkada Bandar Lampung. Jika ingin hasil pilkada berkualitas, Dedy mengajak kalangan milenial ini memilih dengan logika yang cerdas.
“Jangan mau memilih dengan iming-iming uang atau bentuk pemberian lain,” kata dia.
Dedy meyakini, pemilih pemula di Bandar Lampung akan menyalurkan hak pilih dengan pilihan yang rasional. Pasalnya, informasi soal pilkada banyak di media massa online dan media sosial.
Ia meminta pemilih pemula aktif mencari informasi soal pilkada dan pasangan calon dari sumber media massa dan media sosial yang kredibel. [Adian Saputra]
