Usaha uduk dan kudapan Nuraini di Sukarame. | Erni Windiastuti/Dwi Rahmawati

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nuraini tinggal bersama suami dan anak bungsunya. Dia mempunyai tiga anak.
Anak pertama dan keduanya sudah berkeluarga. Dulunya, Nuraini dan suaminya adalah amtenar atau aparatur sipil negara (PNS).
Nuraini bekerja sebagai staf di sebuah dinas, sedangkan suaminya di bagian hukum sebuah pemerintah daerah di Lampung.
Sebelum berjualan nasi uduk, Nuraini dan keluarga membuka usaha berjualan baju dan hantaran seserahan. Dia memutuskan untuk berjualan nasi uduk karena untuk menghilangkan jenuh dan stres.
Dari pernyataan banyak tetangga dan relasi keluarga ini memang dikenal gemar bersedekah. Suaminya kini mempunyai usaha jual-beli mobil.
Warung nasi uduk ini buka sejak pukul 06.30 dan tutup pada pukul 15.00. Lokasi usaha berada di Jalan Hj Madang 3, Kelurahan Sukarame, Bandar Lampung. Lokasinya berada di Annisa Florist di samping bangunan Steaky.
Bisa dibilang menu di warung Nuraini ini semuanya serba-Rp5.000. Nasi uduk, lontong sayur, dan tekwan sama dibanderol Rp5.000 per porsi dengan jumlah yang sangat banyak. Untuk gorengan dijual Rp1.000 per biji.
Yang membuat warung ini berbeda dari yang lain, selain rasanya yang enak, juga porsinya dua kali lipat dari tempat nasi uduk lainnya.
Keuntungan per bulan warung nasi uduk Nuraini ini mencapai Rp1 juta. Dia mengaku sudah berjualan nasi uduk ini sekitar sembilan bulan.
Terkadang Nuraini mengatakan kepada pembeli atau orang orang di sekitarnya kalau mau makan, silakan, tak usah membayar.
Jika jualan tak habis, ia membagikan kepada tetangga.
Awalnya, sebelum memutuskan berjualan nasi uduk, Nuraini ingin berjualan soto atau nasi sayur.
Akan tetapi, karena di sekitarnya sudah ada yang berjualan itu, ia mengurungkan. Pilihannya kemudian berjualan nasi uduk dan menu lain.
“Tidak tega kalau menyamakan dagangan,” kata dia. [Erni Windiastuti/Dwi Rahmawati]

Tinggalkan Komentar Anda