Usaha kebab Ansori. | Galih Rahmatullah

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kebab, sejenis hidangan daging yang dimasak dan disajikan dalam berbagai variasi, telah merajai selera makan global.
Dari jalan-jalan kota hingga restoran mewah, kebab telah menjadi favorit banyak orang dari berbagai latar belakang budaya dan kuliner.
Ansori (28) memulai bisnis dengan menjual kebab dan sudah berjalan selama sembilan tahun. Ia kini membuka usaha kebab sistem waralaba (franchise) di sekitar Jalan Pramuka dekat Alfamart, Rajabasa.
Latar belakang Ansori tertarik mengikuti bisnis kebab ini karena bisnis kebab dapat dimulai dengan skala yang relatif kecil.
Untuk pemula, kata dia, mungkin lebih mudah terjun ke dalam industri makanan melalui konsep waralaba yang telah terbukti berhasil.
“Keuntungan berjualan kebab franchise yaitu memiliki akses ke suplai bahan baku yang terstandarisasi dan berkualitas. Ini membantu memastikan konsistensi rasa dan kualitas produk kebab yang saya jual,” ujar Ansori.
Ansori mengatakan, berjualan kebab waralaba ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan manajemen bisnis, pemasaran, dan operasional.
Ini, ujarnya, dapat memberikan pengalaman berharga yang dapat saya terapkan dalam berbagai bidang.
Kebab yang dijual Ansori beragam, ada juga varian burger dengan berbagai ukuran. Kebab ukuran besar merupakan best seller dari varian kebab yang Ansori jual.
Harga kebab yang dijual mulai dari Rp11 ribu-Rp15 ribu. Ia mampu meraih omzet Rp500 ribu per hari.
Untuk mendapatkan pelanggan tetap, Ansori berupaya untuk memastikan bahwa rasa dan kualitas daging kebab yang disajikan konsisten dari waktu ke waktu.
Ia juga menggunakan bahan-bahan segar dan berkualitas untuk menciptakan rasa kebab yang otentik. [Galih Rahmatullah]
