Berita Foto Bandar Lampung

IZI Lampung-YBM PLN Kerja Sama Gagas Program Ketahanan Pangan Melalui KWT Barokah

IZI Lampung-YBM PLN Kerja Sama Gagas Program Ketahanan Pangan Melalui KWT Barokah

IZI sosialisasi program ketahanan pangan. | Dok

IZI sosialisasi program ketahanan pangan. | Dok

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Antusiasme ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah terlihat dari suasana kegiatan sosialisasi Program Ketahanan Pangan yang diadakan IZI-BM PLN di akhir Agustus.

KWT Barokah beralamat di Kelurahan Gedongmeneng, Rajabasa, Bandar Lampung.

Program yang digagas oleh Laznas Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik Negara (YBM-PLN) ini membuat ibu-ibu anggota KWT Barokah  bersemangat.

Salah seorang anggota , Wirna (38) mengatakan kegembiraannya bisa ikut program ini.

“Saya gembira dan ingin belajar di sini. Karena biasanya saya menanam cabai, tapi selalu mati. Jadi, saya penasaran dan ingin sekali menimba ilmu di sini,” kata Wirna.

Sementara Melly (40) anggota peserta yang lain juga mengungkapkan harapannya bisa menimba ilmu di program ini.

“Saya juga menanam terong tapi buahnya kecil-kecil, semoga saya bisa mendapat ilmu di sini dan bisa lebih bisa sering makan sayur,” ujar Melly.

Program Ketahanan Pangan yang dirancang IZI Lampung-YBM PLN ini khusus bagi ibu-ibu yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Ibu-ibu ini nantinya dilatih dan dibimbing agar bisa memiliki pengetahuan bagaimana cara bercocok tanam dengan baik dan benar dengan menghadirkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

Dalam program ini mereka juga akan didampingi oleh seorang fasilitator dari IZI untuk memantau perkembangan dan kesuksesan jalannya program.

“Kami menargetkan ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Barokah ini diharapkan nantinya mampu memenuhi  dan menyediakan kebutuhan pangan sayuran yang cukup serta berkualitas bagi keluarga mereka,” jelas Desy Roa, Kabid Pendayagunaan IZI Lampung.

“Selanjutnya jika hasil panen bisa berlebih, mereka bisa menjualnya kepada tetangga atau warung di sekitar tempat tinggal mereka sehingga bisa menjadi pendapatan tambahan bagi mereka,” jelas Desy.

Dalam kesempatan kegiatan sosialisasi ini fasilitator IZI juga memberikan pemicuan dan diskusi bersama KWT Barokah terkait mengenai waktu untuk segera melakukan pengolahan lahan dan mulai menanam.

Dari hasil diskusi tersebut, para anggota sepakat untuk mulai melakukan pengolahan lahan yang dimulai dengan pembersihan lahan pada awal September ini. [Ragil Crysanti /IZI Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda