Santunan IZI Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pandemi Covid-19 sejak diumumkan pertama kalinya oleh pemerintah pada Maret 2021 dan belum berakhir sampai sekarang ini sangat berdampak terhadap kehidupan di masyarakat.
Salah satunya adanya keluarga yang kehilangan sosok ayah sebagai kepala keluarga yang menjadi pencari nafkah utama keluarga, sekaligus juga anak menjadi yatim karena ayahnya meninggal dunia akibat sakit covid 19.
Hal ini juga yang dialami Sri Sunarti (43), warga Kelurahan Gunung Sulah, Way Halim, Bandar Lampung. Ketika ditemui Tim IZI Rabu 22/9/2021 di kediamannya, ia menceritakan bagaimana Dwi Saptono (42) suami tercinta mengalami sakit covid-19 dan meninggal tahun lalu.
“Awalnya suami saya sepulang dari bekerja mengalami demam dan selama 3 hari melakukan isoalasi mandiri di rumah. Namun tidak kunjung membaik kemudian dia meminta untuk dibawa berobat ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSAM),” kata Sri Sunarti.
“Setelah dirujuk ke sana dan dites, rumah sakit menyimpulkan suami saya positif covid-19 dan langsung diisolasi kurang lebih dua hari hingga akhir hayatnya,” ungkap Sri.
Sri Sunarti tidak menyangka suaminya akan pergi begitu cepat meninggalkan dirinya dan anak satu-satunya mereka, Muhammad Iqbal (12). Kini Sri berjualan makanan untuk berjuang menyambung hidup ia dan anaknya.
Ia mengungkapkan bagaimana susahnya menghidupi keluarga kecilnya tanpa sang suami. Ditambah anaknya sekarang sudah kelas 6 SD dan tak lama lagi akan memasuki SMP.
“Sekarang agak susah untuk biaya kehidupan. Sekarang saya jualan nasi di depan rumah. Kadang juga jualan di rumah sakit yang dekat rumah. Ditambah anak saya mau masuk SMP, pasti lebih banyak lagi membutuhkan biaya. Ya seperti inilah kehidupan sekarang sejak ditinggal suami,” jelasnya.
Ketika Tim IZI Lampung menyerahkan santuan yatim kepada M. Iqbal anaknya, Sri Sunarti mengucapkan banyak terima kasih kepada IZI Lampung yang telah memberikan perhatian kepada keluarga.
“Terima kasih telah memberikan santunan ini dan memberikan perhatiannya kepada keluarga saya. Santunan ini mudah-mudahan bisa saya gunakan untuk biaya sekolah Iqbal nantinya,” ungkapnya dengan haru.
Asrofi, Koordinator Penyaluran Program Santunan Yatim Dampak Covid 19, menyampaikan, dana santunan ini dihimpun dari para dermawan yang menyumbangkan hartanya baik berupa zakat, infak, dan sedekah melalui IZI Lampung.
“Kami berharap akan ada lebih banyak lagi para dermawan yang bisa menyisihkan hartanya untuk mendukung program ini. Sehingga akan banyak juga orang-orang yang bisa merasakan manfaat dari program kami tersebut,” terang Asrofi. [Muklis Hendro Zatmiko, Mahasiswa Perbankan Syariah UIN Raden Intan Lampung]
