Irmawati. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kali ini kita akan kenalan dengan Irmawati. Gadis kelahiran Lampung berdarah Sunda ini adalah alumni Universitas Teknokrat Indonesia. Ia tinggal di Jalan Raden Intan Nomor 1, Way Mengaku, Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat.
Irmawati kini bekerja di Kejaksaan Tinggi Lampung sebagai home base dan satuan kerja di Kejaksaan Negeri Lampung Barat.
Irmawati masuk Kejaksaan per 1 Desember 2020. Pekerjaan yang ia jalani adalah menyeluruh, bisa ke pidum (pidana umum), (pidana khusus), intelijen, tapi home base di BIN kejaksaan.
Tugas dan tanggung jawabnya selama ini meliputi insfrastruktur IT, IT support, help desk, desain, persuratan, pelaporan, dan pengelolaan berbasis digital. Irmawati mengakui, ilmunya selama kuliah di Teknokrat dan sampai mendapat gelar S.Kom sangat bermanfaat.
Ia bercerita, selain hardskill, di Teknokrat ia juga mendapat softskill yang sangat memadai. Kata Irma, kuliah di Teknokrat tak cuma diutamakan pada akademik, tapi juga skill lainnya.
Contohnya mental harus sekuat baja, mental pejuang, good attitude, sikap siap dan sigap. Ia mengatakan, semua itru sangat dibutuhkan di instansi tempatnya bekerja sekarang.
“Tidak hanya harus mampu secara akademis, tapi juga mampu membawa diri dan menempatkan diri,” ujarnya.
Selama kuliah dulu, Irmawawati mengikuti UKM Programming, Senat STMIK, UKM Ar Rahman, sebagai asisten dosen.
“Sejauh saya menjadi mahasiswi sampai dengan menjadi alumni yang juga pernah bekerja di Teknokrat sampai saya diterima di Kejaksaan, Teknokrat support saya terus-menerus secara moril,” ujarnya.
ia mengakui hingga sekarang masih berhubungan baik dengan civitas akademika Teknokrat.
Irmawati berpesan kepada adik-adiknya yang masih kuliah untuk membentuk karakter yang baik. Sebab, tidak sembarangan orang memilikinya.
Kata dia, tidak usah mengejar ketenaran, popularitas, karena hanyalah konsekuensi dari kinerja yang baik.
“Tapi tidaklah semua harus jadi kepala. Ingat, komando hanya dari satu orang. Akan ada orang yang mengkritikmu tak peduli betapa hebat kinerja dan kebijakan yang kamu buat. Yang perlu kamu ingat, pujian jangan segera ditelan, kritik jangan segera dimuntahkan. Mereka tidak akan mau tahu seberapa hancur tubuh internalmu. Yang penting adalah kamu bisa menyajikan yang terbaik untuk publik,” demikian kata Irma.
Irma bilang, walaupun mungkin bertentangan dengan keyakinan, percayalah, sebaik apa pun internal, tidak akan berguna jika hasil kerja begitu-begitu saja.
“Jadilah bagian orang yang punya inisiatif tapi tetap sesuai dengan prosedur dan aturan. Output atau hasil yang baik tidak perlu menunggu keadaan internal yang ideal dan jangan cepat besar kepala dengan apa kamu miliki,” kata dia.
Soal obsesi ke depan, “Saya ingin berkarier di kantor pusat yaitu di Kejaksaan Agung dan masuk ke Pusdaskrimti Kejaksaan Agung. Pusdaskrimti adalah Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi.
Menanggapi ini, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM memberikan respons sangat positif. Pihaknya bangga salah seorang alumni menjadi ASN kejaksaan.
Mahathir mengatakan, sejak kuliah di Teknokrat, Irmawati memang sudah menunjukkan kedisiplinan yang tinggi dengan indeks prestasi kumulatif yang sangat memuaskan. Dengan begitu, ia mampu mengikuti semua tes masuk kejaksaan dan berkarier sampai dengan sekarang.
Mahathir ingin semua mahasiswa dan mahasiswi Teknokrat mempunyai mental baja dan kepribadikan yang baik seperti Irmawati. Mahathir meyakini, kampus memberikan dampak yang besar atas kesuksesan alumni di masa depan. Syaratnya, terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga sikap.
Mahathir mendoakan Irmawati sukses dalam karier dan mencapai puncak tertinggi di Kejaksaan Agung. [Widya]
