Berita Foto Ruwajurai Tulang Bawang Barat Pesawaran

HUT Ke-58 Lampung, Suzuki Katana Jimny Indonesia Gelar Mabar Offroader Se-Nusantara

HUT Ke-58 Lampung, Suzuki Katana Jimny Indonesia Gelar Mabar Offroader Se-Nusantara

Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIn) Pengda Lampung menggelar Mabar Offroader Se-Nusantara Tahun 2022. | Dokumentasi

Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIn) Pengda Lampung menggelar Mabar Offroader Se-Nusantara Tahun 2022. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pesawaran – Memperingati HUT ke-58 Lampung, Suzuki  Katana Jimny Indonesia (SKIn) Pengda Lampung menggelar Mabar Offroader Se-Nusantara Tahun 2022.

Mabar Offroader Se-Nusantara Jelajah Sai Bumi Ruwa Jurai ini dilaksanakan mulai tanggal 18 sampai 20 Maret 2022.

Mabar Offroader Se-Nusantara dibuka langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi, di Hortipark Pesawaran, Sabtu (19/3/2022).

Kusnardi berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini, dapat terbentuk jejaring antarpeserta dari seluruh daerah. Dengan demikian, dari sektor olahraga otomotif ini dapat memberikan kontribusi positif untuk tumbuh kembang prestasi olahraga dan ekonomi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

“Mari bersama-sama menjunjung tinggi sportivitas dan bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia maju dan Lampung berjaya,” tambah Kusnardi.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Kusnardi mengucapkan selamat datang di Provinsi Lampung kepada seluruh peserta.

Ia menjelaskan, pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 masih terus kita rasakan hingga saat ini, masih menjadi ujian, masih menjadi ancaman nyata.

“Protokol kesehatan masih menjadi prioritas utama di tengah upaya pemerintah membangkitkan sektor ekonomi yang terpuruk antara lain sektor pada berbagai kegiatan olahraga. Namun pandemi ini juga menyadarkan kita untuk menyadari bahwa kita memiliki berbagai macam potensi besar yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Indonesia yang kaya akan potensi alam dan budaya serta berbagai kearifan lokalnya. Hal ini dapat menjadi kemasan menarik apabila disandingkan dengan penyelenggaraan event olahraga, salah satunya olahraga berbasis alam dan budaya yaitu sport tourism dalam hal ini olahraga otomotif offroad.

“Selain bisa berolahraga dan berprestasi, kegiatan ini juga memiliki nilai rekreatif dimana para peserta dapat menikmati keindahan alam sekaligus dapat menyaksikan seni budaya lokal serta merasakan langsung nilai-nilai kearifan masyarakat adat setempat,” ujar Kusnardi.

Kusnardi menjelaskan pembangunan sektor kepariwisataan Provinsi Lampung sendiri telah mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Lampung memiliki keunggulan dengan aksesibilitas yang mudah dan dekat dengan ibu kota negara.

Seiring dengan perkembangan pandemi dan perkembangan tingkat vaksinasi di masyarakat saat ini, kepercayaan wisatawan sudah mulai kembali untuk berwisata yang aman, nyaman dan sehat.

Sektor kepariwisataan pun mulai kembali bergeliat diantaranya dengan pelaksanaan berbagai kegiatan pertemuan, perjalanan insentif, konvensi, pameran bahkan berbagai gelaran olahraga seperti halnya kegiatan Mabar Offroader se-Nusantara Jelajah Sai Bumi Ruwa Jurai ini.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengucapkan selamat datang di Provinsi Lampung kepada seluruh peserta Offroader.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SKIn Lampung atas terselenggaranya Mabar Offroader Se-Nusantara Jelajah Sai Bumi Ruwa Jurai.

“Ini adalah salah satu bentuk aktivitas komunitas yang positif. Bukan hanya sekedar hobi saja, Namun membawa efek positif antara lain menjalin hubungan silaturahmi, meningkatkan ekonomi kreatif, dan mengekspose pariwisata Lampung, khususnya di Pesawaran,” ujar Dendi.

Dendi juga mendukung SKIn Pengda Lampung untuk menjadikan Mabar ini sebagai event tahunan. Dan pihaknya siap mendukung SKIn Pengda Lampung.

Ketua SKIn Pengda Lampung Wawan Sah melaporkan, kegiatan Mabar Offroader Se-Nusantara Jelajah Sai Bumi Ruwa Jurai ini merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh offroader di Indonesia. Namun, masih terkendala Covid-19.

“Oleh karenanya penyelenggaraan ini kita sesuaikan dan kita batasi pesertanya. Tadinya dibuka 150 peserta, tetapi kita batasi maksimal 100 peserta guna mengantisipasi terjadinya kerumunan,” jelas Wawan Sah. []

 

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda